Artikel & Berita

Langkah Sehat di Bawah Langit Pagi
Pagi ini terasa berbeda. Udara segar menyambut langkah-langkah penuh semangat para peserta kebugaran yang berkumpul sejak matahari mulai naik perlahan di ufuk timur. Senyum, tawa, dan sapaan hangat menjadi pembuka yang sederhana namun penuh makna—hari ini bukan sekadar tentang olahraga, tetapi tentang kebersamaan dan komitmen menjaga kesehatan.11-edited.jpeg 141.46 KBKegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan sederhana. Beberapa peserta tampak memeriksa tekanan darah dan denyut nadi, memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum beraktivitas. Suasana di dalam ruangan penuh interaksi hangat—saling membantu, saling mendukung, dan saling mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi jangka panjang.Setelah itu, langkah kaki mulai menyusuri jalanan yang masih basah oleh embun pagi. Hamparan hijau persawahan dan langit biru yang cerah menjadi latar sempurna untuk bergerak aktif. Ada yang berjalan santai, ada yang berlari kecil, semuanya dengan ritme dan kemampuan masing-masing. Yang terpenting bukanlah seberapa cepat melangkah, tetapi bagaimana setiap orang berusaha konsisten menjaga kebugaran.23-776x1024.jpeg 159.21 KBDi tengah perjalanan, semangat semakin terasa. Beberapa peserta tersenyum lebar sambil melambaikan tangan ke arah kamera, sebagian lainnya tetap fokus menjaga napas dan langkah. Energi positif menyebar, menciptakan suasana yang menyenangkan dan membangun motivasi bersama. Aktivitas fisik di alam terbuka seperti ini bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyegarkan pikiran dan mempererat relasi antar rekan kerja.Kegiatan ditutup dengan foto bersama—momen sederhana yang menyimpan cerita tentang disiplin, kekompakan, dan tekad untuk hidup lebih sehat. Keringat yang menetes pagi ini adalah bukti usaha, dan tawa yang terukir adalah hasil dari kebersamaan.114-1024x683.jpeg 120.37 KB

Bugar Bersama Elsa Gelombang 3
Kebugaran Karyawan RS Santa Elisabeth sebagai Wujud Komitmen Pelayanan PrimaDalam upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang optimal, Rumah Sakit Santa Elisabeth (RSSE) secara konsisten menaruh perhatian pada kebugaran dan kesehatan para karyawannya. Karyawan yang sehat dan bugar merupakan aset penting rumah sakit, karena secara langsung berpengaruh terhadap produktivitas, keselamatan kerja, serta mutu pelayanan kepada pasien.Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan kebugaran bersama yang melibatkan karyawan lintas unit dan profesi. Kegiatan seperti jalan sehat dan olahraga bersama dilaksanakan dengan penuh semangat, kebersamaan, dan suasana kekeluargaan. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga menjadi sarana pelepas penat dari rutinitas kerja sehari-hari.WhatsApp-Image-2026-01-28-at-08.12.14-576x1024.jpeg 176.83 KBWhatsApp-Image-2026-01-28-at-08.12.37-576x1024.jpeg 136.71 KBKegiatan kebugaran dilaksanakan di lingkungan sekitar masyarakat, sehingga sekaligus mempererat hubungan sosial antar karyawan serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan menggunakan atribut kerja dan tanda pengenal, para karyawan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan tetap menjunjung nilai disiplin dan keselamatan.Selain manfaat fisik seperti meningkatkan stamina, kebugaran jantung, dan daya tahan tubuh, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental. Interaksi yang hangat, canda tawa, serta kerja sama antar karyawan terbukti mampu meningkatkan semangat kerja, kekompakan tim, dan rasa memiliki terhadap institusi.Manajemen RS Santa Elisabeth memandang bahwa budaya hidup sehat harus dimulai dari internal rumah sakit. Oleh karena itu, kegiatan kebugaran karyawan diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dan bagian dari promosi kesehatan di tempat kerja (workplace health promotion). Langkah ini sejalan dengan upaya rumah sakit dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.Melalui karyawan yang sehat dan bugar, RS Santa Elisabeth optimis dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Karena bagi RS Santa Elisabeth, merawat kesehatan karyawan berarti menyiapkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.WhatsApp-Image-2026-01-28-at-08.15.31-1024x471.jpeg 104.79 KBRafael Bayu C

Waspada “Superflu” pada Anak: Lebih dari Sekadar Flu Biasa
Istilah superflu belakangan ini banyak dibicarakan, terutama di kalangan orang tua. Superflu merujuk pada infeksi yang disebabkan oleh varian terbaru virus Influenza A subtipe H3N2, yang dikenal sebagai subclade K. Meski mengalami perubahan genetik dibandingkan varian sebelumnya, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa varian ini lebih berbahaya. Namun, karena penyebarannya tergolong cepat, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, virus influenza dapat beredar sepanjang tahun. Sejak September 2025, virus H3N2 dilaporkan mulai mendominasi dan menggantikan jenis influenza lain, seperti H1N1.Anak Lebih Rentan TerinfeksiAnak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, sehingga belum sepenuhnya memiliki perlindungan terhadap varian virus baru. Aktivitas anak di lingkungan sekolah dan tempat bermain yang padat juga meningkatkan risiko penularan antarindividu.Cara Penularan SuperfluVirus H3N2 menular dengan cara yang sama seperti influenza pada umumnya, yaitu melalui:Percikan droplet, yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicaraKontak langsung, seperti berjabat tangan atau bersentuhan dengan penderitaKontak tidak langsung, melalui benda yang terkontaminasi virus, seperti mainan, gagang pintu, atau peralatan makan, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulutGejala yang Perlu DiperhatikanInfeksi superflu umumnya muncul secara mendadak dan dapat disertai beberapa keluhan berikut:Demam tinggi, yang dapat meningkat hingga 39°C atau lebihNyeri otot dan sendi, membuat anak tampak rewel atau mudah menangisBatuk kering dan nyeri tenggorokan, disertai rasa tidak nyaman saat menelan dan napas terasa beratKelelahan yang berat, anak terlihat lemas, enggan makan, dan tidak beraktivitas seperti biasaKeluhan saluran cerna, seperti mual, muntah, atau diareLangkah Pencegahan yang DianjurkanUntuk menurunkan risiko penularan superflu, orang tua dapat melakukan beberapa upaya berikut:Melakukan vaksinasi influenza secara rutin setiap tahunMembiasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detikMenerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan siku bagian dalamMenggunakan masker, terutama bagi anak usia di atas 5 tahun saat berada di tempat umumMenghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakitMenjaga daya tahan tubuh anak, melalui asupan gizi seimbang, cairan yang cukup, dan istirahat yang memadaiPenanganan Awal di RumahApabila anak mulai menunjukkan gejala superflu, orang tua diimbau untuk tetap tenang dan melakukan penanganan awal sebagai berikut:Memberikan waktu istirahat yang cukup agar sistem imun bekerja optimalMemastikan kecukupan cairan, seperti ASI, susu, air putih, sup hangat, oralit, atau jus buah (untuk anak usia di atas 1 tahun)Memberikan obat penurun panas, seperti paracetamol sesuai dosis berat badanMelakukan isolasi sementara, guna mencegah penularan kepada anggota keluarga lainnyaMemantau tanda bahaya, seperti sesak napas atau tanda dehidrasi (jarang buang air kecil, tampak sangat lemas), dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatanPerlu diingat bahwa superflu disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak dianjurkan, kecuali atas indikasi dan resep dokter bila terdapat infeksi bakteri tambahan.Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter?Segera periksakan anak ke dokter apabila demam tidak membaik dalam waktu tiga hari, muncul tanda bahaya, atau bila anak memiliki riwayat penyakit kronis seperti asma.

Healing Garden RS Santa Elisabeth Ganjuran
Healing Garden RS Santa Elisabeth Ganjuran: Ruang Penyembuhan yang Menyentuh Jiwa dan RagaHealing Garden RS Santa Elisabeth Ganjuran merupakan salah satu sarana terapi holistik yang dirancang untuk mendukung proses penyembuhan pasien secara psikis dan fisik. Kehadiran taman hijau di area rumah sakit ini menjadi alternatif ruang pemulihan yang menghadirkan suasana berbeda dari rutinitas perawatan medis di dalam ruangan.Melalui Healing Garden, pasien tidak hanya disuguhkan pemandangan dinding tembok dan tirai kamar, tetapi diajak untuk merasakan keasrian alam secara langsung. Menghirup udara segar, merasakan hangatnya sinar matahari, mendengarkan kicauan burung, serta menikmati keindahan flora dan fauna menjadi pengalaman yang membantu menenangkan pikiran dan memperkuat semangat sembuh.Aktivitas Healing Garden yang Interaktif dan MenyenangkanKegiatan Healing Garden tidak hanya berfokus pada relaksasi, tetapi juga diisi dengan edukasi kesehatan interaktif yang melibatkan dokter dan tenaga medis bersama pasien, keluarga, serta pengunjung rumah sakit. Edukasi disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan komunikatif sehingga mudah dipahami serta memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku hidup sehat.Suasana kegiatan dibuat semakin menyenangkan melalui hiburan berupa permainan, kuis, dan musik. Dalam kebersamaan tersebut, pasien, keluarga, dan staf rumah sakit dapat bernyanyi bersama sebagai sarana saling menghibur, menguatkan, dan membangun ikatan emosional yang positif. Kehangatan interaksi ini menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan secara menyeluruh.IMG_3944-1024x683.jpg 133.66 KBIMG_3959-1024x683.jpg 164.17 KBKarakteristik Healing Garden RS Santa Elisabeth GanjuranHealing Garden RS Santa Elisabeth Ganjuran dirancang sebagai ruang terbuka yang ramah, inklusif, dan menenangkan. Taman ini mengedepankan nilai kebersamaan, kenyamanan, serta kedekatan dengan alam sebagai bagian dari pendekatan pelayanan kesehatan yang berpusat pada manusia.Penjabaran Visi Rumah Sakit“Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih”Healing Garden menjadi perwujudan nyata dari visi RS Santa Elisabeth Ganjuran. Melalui pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, rumah sakit menghadirkan sentuhan kasih, empati, dan kepedulian terhadap kondisi psikologis pasien dan keluarganya.TujuanMemberikan hiburan yang menenangkan dan membangkitkan semangat pasienMenyediakan edukasi kesehatan secara interaktif dan humanisMembantu mempercepat proses kesembuhan pasien dengan mendorong kekuatan penyembuhan dari dalam diri sendiriKonsepHealing Garden mengusung konsep terapi holistik yang memadukan pengobatan medis dengan pendekatan natural atau alam. Konsep ini menggabungkan stimulasi seluruh pancaindra melalui alunan musik atau lagu, kehangatan sinar matahari, udara segar, keindahan lingkungan taman yang hijau dan asri, serta kebersamaan keluarga sebagai sumber dukungan emosional.SasaranPasien rawat inapPasien rawat jalanKeluarga pasien dan pengantarPengunjung rumah sakitLokasiKegiatan Healing Garden dilaksanakan di Area Taman Barat atau area terbuka hijau lainnya di lingkungan RS Santa Elisabeth Ganjuran.

Hari Orang Sakit Sedunia 2026
Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) yang ditetapkan oleh Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1992, menjadi momen istimewa bagi rumah sakit dan Gereja untuk berdoa, berefleksi serta memperbaharui komitmen pelayanan kepada orang sakit.Terdapat tiga subtema yang senantiasa diharapkan dan diingatkan kepada seluruh umat beriman. Pertama, untuk selalu mengajak berdoa secara khusyuk bagi mereka yang sedang sakit. Kedua, merefleksikan makna sakit dan penderitaan, serta menyadari bahwa kesehatan sebagai anugerah Tuhan. Ketiga, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang dengan setia dan selalu mengupayakan pelayanan kesehatan.IMG_3858-1024x683.jpg 89.04 KBHari Orang Sakit Sedunia ke-34 yang dirayakan pada tanggal 11 Februari 2026, mengangkat tema; Belarasa Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Derita Orang Lain.Di tengah dunia yang serba cepat, banyak orang yang terluka secara fisik, mental, maupun rohani justru terlewatkan. Kesibukan seringkali membuat kita lupa berhenti sejenak untuk melihat siapa yang membutuhkan uluran tangan. Kisah Orang Samaria yang baik hati mengingatkan bahwa inti iman bukan hanya doa dan ibadat, melainkan keberanian untuk hadi, mendekat dan mengasihi mereka yang menderita.(Anugerah perjumpaan: sukacita berbagi kedekatan dan kehadiran)Belarasa berarti lebih dari sekadar merasa iba. Belarasa adalah Keputusan sadar untuk mendekat, merawat, dan menanggung sebagian beban penderitaan sesama. Seperti Orang Samaria, kita dipanggil bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi sesama bagi siapa pun yang terluka di sepanjang jalan kehidupan. (Perutusan bersama untuk merawat orang sakit)IMG_3837-1-1024x683.jpg 107.99 KBKita dapat memulainya dari hal sederhana: menyapa mereka yang kesepian (sendiri karena sakit), mendampingi yang sakit, serta memberi waktu, perhatian, dan kasih. Saat kita berani berhenti, mendekat, dan merawat, di sanalah kasih Allah menjadi nyata. Belarasa bukan sekedar teori, melainkan tindakan kasih yang mengubah dunia, dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini. (Selalu digerakkan oleh kasih kepada Allah, untuk berjumpa dengan diri sendiri dan sesama)Dalam rangka memperingati HOSS ke-34, RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan rangkaian kegiatan: Diawali kegiatan Home care /kunjungan kepada pasien yang memerlukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan serta pemberian Sakramen Perminyakan Suci oleh Romo Paroki Gereja Hati Kudus Yesus selama beberapa hari di area lingkungan Paroki.IMG_3879-1024x683.jpg 115.83 KBPada tanggal 11 Februari 2026, dilakukan doa bersama dan Misa Syukur yang disertai Sakramen Pengurapan Orang Sakit atau Sakramen Perminyakan Suci. Perayaan ini dipimpin oleh Romo L. Dwi Agus Merdi, Pr. Kegiatn dilanjutkan dengan pembagian suvenir rohani kepada para pasien RS Santa Elisabeth Ganjuran oleh Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran, dr Tandean Arif Wibowo.Penulis dr.Tandean Arif Wibowo, M.P.H

WhatsApp-Image-2026-02-04-at-10.49.56-1-1024x576.jpeg 142.55 KBRabu, 4 Februari 2026, Kesehatan gigi dan mulut sangat penting sejak usia dini. Anak-anak di PAUD Kanthil, Gedogan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul baru saja mendapatkan kesempatan berharga mengikuti kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut yang diselenggarakan oleh tim Promosi Kesehatan Rumah sakit dan Terapis gigi Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran, Bantul.Rumah Sakit Santa Elisabeth, yang terletak di Ganjuran, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, telah lama dikenal sebagai fasilitas kesehatan yang peduli terhadap masyarakat sekitar, termasuk anak-anak usia dini. Melalui tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit, tim dokter dan terapis gigi rutin memberikan pelayanan serta edukasi untuk mencegah masalah gigi sejak kecil.WhatsApp-Image-2026-02-04-at-10.50.00-1024x576.jpeg 123.86 KBMengapa Kesehatan Gigi Penting untuk Anak PAUD?Gigi susu anak mulai tumbuh sejak usia 6 bulan hingga sekitar 3 tahun. Meskipun gigi susu akan tanggal nantinya, gigi ini sangat berperan:Membantu anak mengunyah makanan dengan baik agar gizi tercukupi.Membantu bicara dengan jelas.Menjaga ruang agar gigi permanen tumbuh lurus.Memberikan senyum cantik yang meningkatkan rasa percaya diri.Jika gigi susu rusak atau berlubang, anak bisa mengalami sakit, susah makan, bahkan memengaruhi pertumbuhan gigi permanen.Penyebab Umum Masalah Gigi pada AnakMasalah gigi yang sering terjadi pada anak usia PAUD adalah karies gigi (gigi berlubang). Penyebab utamanya:Sering minum susu, teh manis, atau makan permen/cokelat lalu tidak membersihkan gigi.Bakteri di mulut yang memakan sisa makanan dan menghasilkan asam yang merusak gigi.Kebiasaan minum botol susu sambil tidur (bottle mouth syndrome).Kurangnya kebiasaan sikat gigi yang benar.WhatsApp-Image-2026-02-04-at-10.50.09-1024x576.jpeg 122.56 KBCara Menjaga Gigi dan Mulut Tetap SehatTim Poli Gigi RS Santa Elisabeth mengajarkan cara sederhana yang bisa dilakukan setiap hari:Sikat gigi 2 kali sehari Pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride ukuran sebesar biji kacang polong untuk anak usia 3-6 tahun.Teknik sikat gigi yang benarGunakan sikat gigi berbulu lembut dengan ukuran kecil sesuai mulut anak.Gerakkan sikat secara memutar atau maju-mundur lembut selama 2 menit.Jangan lupa sikat lidah dan bagian dalam pipi.Orang tua membantu menyikat gigi anak hingga usia sekitar 7-8 tahun.Batasi makanan dan minuman manis Hindari camilan manis terlalu sering. Jika minum susu atau jus, sebaiknya habis dalam waktu singkat, bukan dibiarkan di mulut lama.Berkumur setelah makan Ajarkan anak berkumur dengan air bersih setelah makan atau minum minuman manis.Periksa gigi secara rutin Bawa anak ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali, bahkan jika tidak ada keluhan. Poli Gigi RS Santa Elisabeth siap melayani dengan jadwal yang fleksibel.Pesan dari Tim Poli Gigi RS Santa Elisabeth“Gigi sehat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah. Mari orang tua dan guru di PAUD Kanthil bersama-sama membimbing anak-anak untuk mencintai giginya. Senyum sehat anak adalah investasi masa depan mereka!”Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran keluarga di Gedogan dan sekitarnya tentang pentingnya perawatan gigi sejak dini. Jika anak mengalami gigi berlubang, sakit gigi, atau gusi bengkak, segera hubungi Poli Gigi RS Santa Elisabeth Ganjuran, Bantul di nomor telepon (0274) 367502 atau WhatsApp 0858 7560 0003 untuk konsultasi.Penulis : PKRS

Bugar Bersama Elsa Gelombang 4
WhatsApp-Image-2026-02-04-at-10.04.09-1-576x1024.jpeg 140.46 KBWhatsApp-Image-2026-02-04-at-08.06.17-576x1024.jpeg 130.01 KBWhatsApp-Image-2026-02-04-at-08.09.41-576x1024.jpeg 105.55 KBRabu 4 Februari 2026 RS Santa Elisabeth melakukan kegiatan kebugaran untuk seluruh karyawan RS yang dilakukan selama beberapa gelombang dan saat ini telah memasuki gelombang ke empat. kegiatan Bugar Bersama Elsa ini diikuti oleh 38 peserta. Kegiatan ini berupa tes kebugaran yang dirancang untuk memantau kondisi fisik peserta secara aman dan terukur.Sebelum kegiatan lari dimulai, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan awal yang meliputi pengukuran antropometri, body fat, pengukuran tekanan darah (tensi), saturasi oksigen, dan denyut nadi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi yang aman untuk mengikuti aktivitas fisik.WhatsApp-Image-2026-02-04-at-08.09.47-1-768x1024.jpeg 178.68 KBKegiatan lari dimulai dari Aula Permata Hati, kemudian peserta menempuh rute melalui Embung Merdeka, dan berakhir (finish) di RS Santa Elisabeth. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rute dengan penuh semangat dan tetap memperhatikan kemampuan fisik masing-masing. Setelah mencapai garis finish, peserta kembali menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan. Pemeriksaan pasca-lari meliputi pengukuran saturasi oksigen, denyut nadi, serta pencatatan waktu tempuh. Data tersebut digunakan untuk menilai tingkat kebugaran peserta sekaligus sebagai bahan evaluasi kondisi kesehatan jantung dan paru.Melalui kegiatan Bugar Bersama ELSA Gelombang 4, RS Santa Elisabeth berharap dapat mendorong karyawan untuk lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya melalui aktivitas fisik yang teratur dan terpantau. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun gaya hidup sehat dan aktif secara berkelanjutan.Penulis : PKRS

Bugar Bersama Elsa Gelombang 2
Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebugaran jasmani karyawan RS Santa Elisabeth, RS Santa Elisabeth menyelenggarakan kegiatan Bugar Bersama ELSA Gelombang 2 pada tanggal 21 Januari 2026 yang diikuti oleh 34 peserta. Kegiatan ini berupa tes kebugaran yang dirancang untuk memantau kondisi fisik peserta secara aman dan terukur.Sebelum kegiatan lari dimulai, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan awal yang meliputi pengukuran antropometri, body fat, pengukuran tekanan darah (tensi), saturasi oksigen, dan denyut nadi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi yang aman untuk mengikuti aktivitas fisik.Kegiatan lari dimulai dari Aula Permata Hati, kemudian peserta menempuh rute melalui Embung Merdeka, dan berakhir (finish) di RS Santa Elisabeth. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rute dengan penuh semangat dan tetap memperhatikan kemampuan fisik masing-masing.WhatsApp-Image-2026-01-21-at-08.55.57-576x1024.jpeg 198.43 KBWhatsApp-Image-2026-01-21-at-08.58.01-1-576x1024.jpeg 79.72 KBWhatsApp-Image-2026-01-21-at-09.13.27-576x1024.jpeg 88.02 KBSetelah mencapai garis finish, peserta kembali menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan. Pemeriksaan pasca-lari meliputi pengukuran saturasi oksigen, denyut nadi, serta pencatatan waktu tempuh. Data tersebut digunakan untuk menilai tingkat kebugaran peserta sekaligus sebagai bahan evaluasi kondisi kesehatan jantung dan paru.Melalui kegiatan Bugar Bersama ELSA Gelombang 1, RS Santa Elisabeth berharap dapat mendorong karyawan untuk lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya melalui aktivitas fisik yang teratur dan terpantau. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun gaya hidup sehat dan aktif secara berkelanjutan.Penulis : PKRS

Bantul, 17 Januari 2026Rumah Sakit Santa Elisabeth menggelar acara kenduri sebagai ungkapan syukur sekaligus doa bersama atas dimulainya pembangunan Gedung Penunjang Medik dan Administrasi RS Santa Elisabeth, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran manajemen rumah sakit, tokoh masyarakat, karyawan, serta undangan, dan berlangsung khidmat serta penuh kebersamaan.DRP05520-1024x683.jpg 168.59 KBAcara kenduri dilaksanakan di lingkungan RS Santa Elisabeth dengan rangkaian doa bersama, sambutan, dan kebersamaan makan sebagai simbol harapan agar proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat besar bagi pelayanan kesehatan masyarakat.DRP05470-1024x683.jpg 143.63 KBDRP05535-1024x683.jpg 190.14 KBDirektur RS Santa Elisabeth dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung penunjang medik dan administrasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan, efektivitas operasional, serta kenyamanan pasien dan keluarga. “Kami berharap dengan hadirnya gedung ini, layanan penunjang medik dan administrasi dapat terintegrasi dengan lebih baik, sehingga berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.Kenduri juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara rumah sakit dengan masyarakat sekitar serta para pemangku kepentingan. Doa-doa dipanjatkan agar pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan.DRP05484-1024x683.jpg 124.77 KBDengan dimulainya pembangunan Gedung Penunjang Medik dan Administrasi, RS Santa Elisabeth menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berkelanjutan.(Rafael Bayu)
