Mengapa Memilih Kami?
Dedikasi kami untuk kesehatan dan kenyamanan Anda.
Menerima BPJS
Kami melayani pasien peserta BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses layanan kesehatan.
Layanan 24 Jam
Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan penunjang kami siap siaga 24 jam penuh.
Dokter Ahli
Ditangani oleh tim dokter spesialis dan tenaga medis profesional yang berpengalaman.
Layanan Home Care
Layanan kunjungan medis ke rumah untuk pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Berita & Artikel
Informasi kesehatan terkini untuk Anda dan keluarga.

Kesehatan mental merupakan kedamaian secara mental, memahami kelebihan dirinya, mampu berpartisipasi terhadap komunitas atau lingkungannya. Seseorang dapat dikatakan sehat mental apabila kondisi fisik, rohani, dan sosialnya mampu sehat secara utuh. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan dan menghargai orang lain.Kesehatan mental bersifat dinamis dan memiliki cakupan yang beragam, bukan sekedar satu kondisi yang menetap. Terdapat 3 Jenis Masalah Kesehatan Mental yaitu:1. StressStres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental.2. Gangguan KecemasanGangguan kecemasan adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami rasa cemas berlebihan secara konstan dan sulit dikendalikan.3. DepresiDepresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan penderita terus-menerus merasa sedih hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Cara Menanam Bahagia Saat Situasi SulitMerawat diri sendiri adalah langkah awal yang paling penting. Mental yang tertekan tak cuma merusak kesehatan tubuh, tapi juga bisa memicu guncangan emosional yang berat. Agar tetap tangguh di tengah badai, kita perlu "menanam" kebiasaan-kebiasaan baik dalam keseharian. Jangan khawatir, ada banyak langkah nyata yang bisa kamu ambil sejak saat ini untuk menata kembali dan menjaga kesehatan mental agar tetap stabil, seperti:1. Menerapkan Gaya Hidup Sehat Mulailah memprioritaskan gaya hidup sehat dengan menjaga asupan nutrisi yang seimbang dan rutin berolahraga. Ingatlah bahwa kondisi fisik yang bugar adalah fondasi utama bagi kesehatan mental, di mana tubuh yang terawat akan membantu otak memproduksi hormon kebahagiaan secara alami untuk menghalau stres.2. Kenali Potensi DiriSehat mental dimulai dengan menyadari apa yang kita kuasai. Dengan memahami kelebihan diri, kita memiliki "jangkar" saat kepercayaan diri mulai goyah.3. Keseimbangan Tiga PilarJangan hanya fokus pada fisik (olahraga dan makan), tapi beri nutrisi pada rohani yaitu dengan beribadah atau meditasi dan aspek sosial dengan menjaga hubungan baik dengan orang lain.4. Berbagi dan BerkontribusiSalah satu tanda jiwa yang sehat adalah kemampuan untuk peduli pada sesama. Terlibat dalam kegiatan sosial atau sekadar membantu teman bisa memberikan rasa bermakna yang menjadi sumber kebahagiaan.5. Terima "Cuaca" yang AdaMenjadi tangguh bukan berarti pura-pura bahagia. Akui jika kamu sedang lelah, namun jangan biarkan kelelahan itu menghentikan langkahmu untuk mencari bantuan atau beristirahat.6. Minta BantuanIngatlah bahwa meminta pertolongan saat merasa lelah adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan. Mintalah bantuan dengan cara:Bergabung dengan orang-orang yang dapat membantu merubah cara berpikir dan perilakuMencari tenaga ahli, seperti psikolog atau konselor, untuk membantu mengelola perasaan dan memperbaiki mentalMendatangi layanan setempat terkait masalah yang sedang Anda hadapi, seperti bantuan hukum, keuangan dan lain sebagainya Kesehatan mental adalah investasi jangka panjang. Dengan menjaga keselarasan antara raga, jiwa, dan peran sosial kita, kita sedang membangun benteng yang kokoh. Ingatlah bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang kita tunggu setelah badai berlalu, melainkan sesuatu yang kita tanam dan rawat, bahkan saat hujan masih turun dengan derasnya. “Sudahkah kamu memberikan ruang untuk kedamaian mentalmu hari ini?” Daftar PustakaWorld Health Organization. (2022). Mental health: Strengthening our response. World Health Organization. WHO Mental HealthWorld Health Organization. (2023). Mental disorders. World Health Organization. WHO Anxiety DisordersKementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Stres dan cara mengatasinya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Info Stress KemenkesKementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Kesehatan jiwa. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes RI - Kesehatan Jiwa -PKRS

Kebersihan tangan merupakan salah satu upaya paling efektif dalam mencegah penyebaran infeksi, baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di masyarakat. Namun, bukti menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap praktik kebersihan tangan masih belum optimal secara global. Hingga tahun 2018, tingkat kepatuhan rata-rata di unit perawatan intensif mencapai 59,6%, dengan perbedaan yang cukup besar antara negara berpenghasilan tinggi (64,5%) dan negara berpenghasilan rendah (9,1%) (de Kraker et al., 2019).Rendahnya kepatuhan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran dan edukasi mengenai praktik kebersihan tangan yang benar. Salah satu metode yang paling sederhana dan efektif adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.Cuci tangan merupakan proses pembersihan tangan secara mekanis untuk menghilangkan kotoran dan mikroorganisme menggunakan sabun dan air mengalir (WHO, 2009). Meskipun tangan terlihat bersih, berbagai kuman seperti bakteri dan virus tetap dapat menempel setelah beraktivitas sehari-hari.Cuci tangan pakai sabun terbukti efektif dalam mencegah berbagai penyakit, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan (CDC, 2022). Menurut Kementerian Kesehatan kebiasaan cuci tangan perlu dilakukan secara rutin, terutama pada waktu-waktu penting seperti:Sebelum dan sesudah makanSetelah menggunakan toiletSetelah batuk atau bersiSetelah menyentuh benda di tempat umum Adapun langkah-langkah mencuci tangan yang benar meliputi:Membasahi tangan dengan air mengalirMenggunakan sabun secukupnyaRatakan sabun dengan kedua telapak tanganGosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknyaGosok kedua telapak dan sela-sela jariGosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknyaGosokkan dengan memutar ujung jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknyaBilas dengan air bersih yang mengalirKeringkan tangan anda dengan kain sekali pakai atau tissueDan tangan anda sudah aman.Poster Langkah Cuci TanganKebiasaan mencuci tangan secara rutin tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain dari risiko penularan penyakit. Dengan demikian, praktik ini menjadi bagian penting dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.Cuci tangan pakai sabun merupakan tindakan sederhana namun memiliki dampak besar dalam pencegahan penyakit. Meskipun demikian, tingkat kepatuhan terhadap praktik kebersihan tangan masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan. Dengan menerapkan kebiasaan mencuci tangan secara benar dan rutin, diharapkan dapat menurunkan angka kejadian penyakit menular serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Daftar Pustakade Kraker MEA, Tartari E, Tomczyk S, Twyman A, Francioli LC, Cassini A, et al. Implementation of hand hygiene in health-care facilities: results from the WHO Hand Hygiene Self-Assessment Framework global survey 2019. Lancet Infect Dis. 2019.World Health Organization. WHO guidelines on hand hygiene in health care. Geneva: WHO Press; 2009.Centers for Disease Control and Prevention. Handwashing: clean hands save lives. Atlanta: CDC; 2022.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta: Kemenkes RI; 2020. -PKRS

Setiap tanggal 25 April, dunia memperingati Hari Malaria Sedunia sebagai pengingat bahwa meskipun penyakit ini telah dikenal sejak lama, malaria masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan global, terutama di negara tropis seperti Indonesia.Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina dari genus Anopheles. Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia, parasit masuk ke dalam aliran darah dan kemudian menuju hati sebelum akhirnya menginfeksi sel darah merah. Proses inilah yang menjadi dasar munculnya berbagai gejala klinis malaria.Terdapat beberapa jenis malaria yang dibedakan berdasarkan spesies parasit penyebabnya. Yang paling sering ditemukan adalah Plasmodium falciparum, yang dikenal sebagai penyebab malaria berat dan berpotensi fatal. Selain itu, terdapat Plasmodium vivax, yang sering menyebabkan kekambuhan karena parasit dapat “bersembunyi” di hati dalam bentuk dorman. Jenis lainnya seperti Plasmodium malariae dan Plasmodium ovale umumnya menyebabkan gejala yang lebih ringan, meskipun tetap memerlukan penanganan yang tepat.Gejala malaria seringkali dimulai dengan demam yang muncul secara periodik, disertai menggigil hebat, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Pola demam ini khas karena mengikuti siklus pecahnya sel darah merah yang terinfeksi parasit. Pada kasus yang lebih berat, terutama akibat Plasmodium falciparum, kondisi dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti anemia berat, gangguan kesadaran (malaria serebral), gagal ginjal, hingga kematian.Yang membuat malaria tetap berbahaya adalah kemampuannya berkembang cepat bila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, diagnosis dini menjadi kunci. Pemeriksaan laboratorium seperti apusan darah tebal dan tipis masih menjadi standar emas untuk mengidentifikasi parasit. Saat ini, rapid diagnostic test (RDT) juga banyak digunakan untuk deteksi cepat di lapangan.Penanganan malaria telah mengalami banyak perkembangan. Terapi utama saat ini adalah penggunaan obat antimalaria berbasis kombinasi artemisinin (ACT), yang terbukti efektif melawan sebagian besar spesies Plasmodium. Pemilihan regimen terapi disesuaikan dengan jenis parasit, tingkat keparahan, serta kondisi pasien. Pada kasus malaria berat, terapi harus diberikan secara intravena di fasilitas kesehatan dengan pemantauan ketat.Namun, pengobatan saja tidak cukup. Upaya pencegahan memegang peranan yang sangat penting dalam menekan angka kejadian malaria. Penggunaan kelambu berinsektisida, penyemprotan rumah dengan insektisida residual, serta pengendalian lingkungan untuk mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk merupakan langkah-langkah yang telah terbukti efektif. Selain itu, penggunaan obat profilaksis pada kelompok berisiko tinggi juga dapat dipertimbangkan.Di tingkat global, World Health Organization melaporkan bahwa ratusan juta kasus malaria masih terjadi setiap tahunnya, dengan angka kematian yang signifikan, terutama pada anak-anak di wilayah Afrika Sub-Sahara. Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan dalam eliminasi malaria, meskipun beberapa daerah telah berhasil mencapai status bebas malaria.Kondisi lingkungan, perubahan iklim, mobilitas penduduk, serta resistensi terhadap obat dan insektisida menjadi faktor yang terus mempersulit upaya pengendalian malaria. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus bersifat komprehensif, melibatkan sektor kesehatan, lingkungan, dan masyarakat.Hari Malaria Sedunia bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga ajakan untuk terus meningkatkan kesadaran dan komitmen dalam melawan penyakit ini. Malaria bukanlah penyakit masa lalu. Ia masih ada, masih mengancam, dan masih membutuhkan perhatian kita semua.Malaria tidak menunggu. Maka kesadaran, pencegahan, dan tindakan kita juga tidak boleh terlambat.drg. Sukma Paramastri, Sp.KGPKRS
