Mengapa Memilih Kami?
Dedikasi kami untuk kesehatan dan kenyamanan Anda.
Menerima BPJS
Kami melayani pasien peserta BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses layanan kesehatan.
Layanan 24 Jam
Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan penunjang kami siap siaga 24 jam penuh.
Dokter Ahli
Ditangani oleh tim dokter spesialis dan tenaga medis profesional yang berpengalaman.
Layanan Home Care
Layanan kunjungan medis ke rumah untuk pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Berita & Artikel
Informasi kesehatan terkini untuk Anda dan keluarga.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, telah diselenggarakan Webinar Nasional dengan tema “Tata Laksana Acute Coronary Syndrome (ACS)” pada Rabu, 15 April 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini ditujukan bagi tenaga kesehatan yang meliputi dokter umum, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, serta perawat. Webinar ini menjadi sarana edukasi dan pengembangan kompetensi dalam penanganan pasien Acute Coronary Syndrome (ACS) secara komprehensif dan berbasis bukti ilmiah.Profil Webinar ACS.JPG 2.26 MB Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi guna menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Oleh karena itu, pemahaman yang baik terkait tata laksana medis dan asuhan keperawatan sangat diperlukan. Materi pertama disampaikan oleh dr. Steven Setiawan, Sp.JP selaku Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan mengenai ACS, Etiologi ACS, Faktor Risiko ACS, Patofisiologi ACS, Konsep Golden Time pada ACS, Manifestasi Klinis ACS, Diagnosis Dini dalam Golden Timen, Penatalaksanaa ACS. Ditekankan pentingnya prinsip time is muscle, di mana kecepatan penanganan sangat menentukan prognosis pasien. Selain itu, dibahas pula terapi farmakologis serta tindakan reperfusi sebagai bagian utama dalam penanganan ACS. Selanjutnya, Eva Marti, S.Kep., Ns., M.Kep, dosen STIKes Panti Rapih Yogyakarta, menyampaikan materi terkait penerapan evidence-based nursing (EBN) melalui asuhan keperawatan berbasis pendekatan 4S, yaitu SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia), serta SPO (Standar Prosedur Operasional) pada pasien ACS. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu asuhan keperawatan yang sistematis, terukur, dan sesuai standar. Materi ketiga disampaikan oleh Agustina Rahmawati, S.Kep., Ns, perawat dari RS Santa Elisabeth, yang membahas penerapan evidence-based nursing melalui teknik thermotherapy untuk membantu mengurangi nyeri dada pada pasien dengan ACS. Intervensi ini merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan sebagai upaya pendukung dalam meningkatkan kenyamanan pasien. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Siska Mastifa, S.Kep., Ns, perawat dari RS Santa Elisabeth, yang memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif dan terarah. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya minat terhadap topik yang dibahas.Webinar ACS (1).JPG 2.34 MB Melalui kegiatan webinar ini, diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan Acute Coronary Syndrome secara cepat, tepat, dan berbasis bukti, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkualitas bagi masyarakat.PKRS

Misa Syukur HUT ke-96 RS Santa Elisabeth: Teman Seperjalanan dalam Pelayanan Penuh Kasih
Pada tanggal 4 April 2026, Rumah Sakit Santa Elisabeth merayakan hari ulang tahun ke-96, sebagai bentuk dedikasi panjang dalam melayani masyarakat. Mensyukuri perjalanan tersebut, RS Santa Elisabeth menyelenggarakan acara Puncak perayaan pada 10 April 2026 dengan mengusung tema “Teman Seperjalanan dalam Pelayanan Penuh Kasih”. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari RS Panti Rapih, RS Panti Rahayu, RS Panti Rini, RS Panti Nugroho, STIKes Panti Rapih serta segenap staf, karyawan, dan tamu undangan yang telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan rumah sakit.Perayaan Ekaristi Misa Syukur.JPG 1.18 MBRangkaian acara dibuka dengan Perayaan Ekaristi Misa Syukur yang berlangsung secara khidmat, dan dipimpin oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Semarang, Romo FX. Sugiyana, Pr, dengan didampingi oleh Romo Paroki Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Romo Yakobus Sudarmadi, Pr.Penghargaan 25 tahun berkarya.JPG 1.21 MBMemasuki sesi ramah tamah, Direktur RS Santa Elisabeth menyampaikan sambutannya yang merefleksikan perjalanan panjang rumah sakit. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pemberian Penghargaan bagi karyawan yang telah mendedikasikan hidupnya selama 25 tahun berkarya. Penghargaan berupa penyematan lencana, penyerahan SK, dan logam mulia kepada dr. Tandean Arif Wibowo, M.P.H., Ibu Erni Widiastuti, dan Ibu M.V. Dyah Taufika Sari, AMD.Farm. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Pengurus Yayasan Panti Rapih, Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM, Ph.D., dan didampingi oleh Sekretaris Pengurus Yayasan, Sr. Birgitta Diah Yuliati, CB, M.P.H.Simbolis Potong Tumpeng.JPG 1.15 MBSebagai ungkapan syukur yang utama, dilakukan prosesi Pemotongan tumpeng oleh Romo Romo Yakobus Sudarmadi, Pr bersama Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM, Ph.D. Potongan tumpeng tersebut diserahkan secara simbolis kepada Direktur RS Santa Elisabeth, dr. Tandean Arif Wibowo, M.P.H., dan Wakil Direktur, Sr. Adelaida Somi CB, BSN yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.Pemenang Lomba HUT RS Santa Elisabeth.JPG 1.09 MBSuasana kebersamaan semakin lengkap saat seluruh undangan menikmati hidangan bersama sembari berbincang akrab, memperkuat ikatan persaudaraan antar unit dan antar karyawan. Menjelang akhir acara, keceriaan memuncak saat panitia membagikan hadiah bagi para Pemenang lomba yang telah digelar untuk menyemarakkan HUT ke-96 ini.Kebersamaan.jpg 5.23 MBPerayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum bagi RS Santa Elisabeth untuk memperbarui komitmennya. Dengan semangat yang baru, RS Santa Elisabeth siap melangkah maju untuk terus menjadi teman seperjalanan bagi masyarakat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, tulus, dan penuh kasih demi peningkatan kualitas hidup sesama. PKRS

Langkah Sehat di Bawah Langit Pagi
Pagi ini terasa berbeda. Udara segar menyambut langkah-langkah penuh semangat para peserta kebugaran yang berkumpul sejak matahari mulai naik perlahan di ufuk timur. Senyum, tawa, dan sapaan hangat menjadi pembuka yang sederhana namun penuh makna—hari ini bukan sekadar tentang olahraga, tetapi tentang kebersamaan dan komitmen menjaga kesehatan.11-edited.jpeg 141.46 KBKegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan sederhana. Beberapa peserta tampak memeriksa tekanan darah dan denyut nadi, memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum beraktivitas. Suasana di dalam ruangan penuh interaksi hangat—saling membantu, saling mendukung, dan saling mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi jangka panjang.Setelah itu, langkah kaki mulai menyusuri jalanan yang masih basah oleh embun pagi. Hamparan hijau persawahan dan langit biru yang cerah menjadi latar sempurna untuk bergerak aktif. Ada yang berjalan santai, ada yang berlari kecil, semuanya dengan ritme dan kemampuan masing-masing. Yang terpenting bukanlah seberapa cepat melangkah, tetapi bagaimana setiap orang berusaha konsisten menjaga kebugaran.23-776x1024.jpeg 159.21 KBDi tengah perjalanan, semangat semakin terasa. Beberapa peserta tersenyum lebar sambil melambaikan tangan ke arah kamera, sebagian lainnya tetap fokus menjaga napas dan langkah. Energi positif menyebar, menciptakan suasana yang menyenangkan dan membangun motivasi bersama. Aktivitas fisik di alam terbuka seperti ini bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyegarkan pikiran dan mempererat relasi antar rekan kerja.Kegiatan ditutup dengan foto bersama—momen sederhana yang menyimpan cerita tentang disiplin, kekompakan, dan tekad untuk hidup lebih sehat. Keringat yang menetes pagi ini adalah bukti usaha, dan tawa yang terukir adalah hasil dari kebersamaan.114-1024x683.jpeg 120.37 KB

