Mengapa Memilih Kami?
Dedikasi kami untuk kesehatan dan kenyamanan Anda.
Menerima BPJS
Kami melayani pasien peserta BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses layanan kesehatan.
Layanan 24 Jam
Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan penunjang kami siap siaga 24 jam penuh.
Dokter Ahli
Ditangani oleh tim dokter spesialis dan tenaga medis profesional yang berpengalaman.
Layanan Home Care
Layanan kunjungan medis ke rumah untuk pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Berita & Artikel
Informasi kesehatan terkini untuk Anda dan keluarga.
Memasuki usia lanjut merupakan proses alami yang dialami setiap orang. Meskipun terjadi berbagai perubahan pada tubuh, lansia tetap dapat menjalani hidup yang sehat, aktif, dan produktif dengan menerapkan pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.Mengenal Perubahan pada Tubuh LansiaSeiring bertambahnya usia, tubuh mengalami beberapa perubahan, antara lain:Massa otot dan kekuatan tulang berkurang.Pembuluh darah menjadi lebih kaku.Daya tahan tubuh menurun.Penglihatan dan pendengaran berkurang secara bertahap.Kemampuan mengingat dan memproses informasi melambat.Metabolisme tubuh menjadi lebih lambat.Pola Makan Sehat untuk Lansia✅ Sayur dan buah minimal 5 porsi per hari.✅ Protein berkualitas seperti: Ikan, Tahu, Tempe, Ayam tanpa kulit✅ Kalsium dan vitamin D dari: Susu rendah lemak, Yogurt, Keju, Paparan sinar matahari pagi✅ Air putih yang cukup setiap hari.Batasi Konsumsi:❌ Garam berlebihan.❌ Gula berlebih.❌ Makanan tinggi lemak jenuh.❌ Makanan olahan dan instan.Olahraga yang Dianjurkan:Jalan kakiSenam lansiaBerenangBersepeda santaiYoga atau Tai ChiMenjaga Kesehatan Mental- Membaca buku.- Bermain teka-teki atau puzzle.- Menulis atau menggambar.- Bermain atau mendengarkan musik.- Berkebun.- Mempelajari hal baru.Waspadai Tanda Depresi:Sedih berkepanjangan.Kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari.Sulit tidur.Nafsu makan menurun atau meningkat drastisMenjaga Kesehatan MataGangguan mata yang sering terjadi pada lansia antara lain:1. Presbiopi (Mata Tua)2. Katarak3. GlaukomaTips Menjaga Mata:✅ Periksa mata secara berkala.✅ Gunakan pelindung sinar UV saat beraktivitas di luar ruangan.✅ Konsumsi makanan kaya vitamin dan antioksidan.Menjaga Kesehatan Gigi dan MulutMenyikat gigi 2 kali sehari.Menggunakan benang gigi.Membersihkan gigi palsu setiap hari.Memeriksakan gigi setiap 6 bulan.Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi✅ Konsumsi makanan kaya kalsium.✅ Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 15–20 menit.✅ Lakukan latihan fisik ringan.✅ Hindari merokok.✅ Cegah risiko jatuh di rumah.Penyakit yang Perlu Diwaspadai1. Hipertensi2. Diabetes Melitus3. Penyakit Jantung Koroner4. Stroke5. Demensia atau Alzheimer6. PPOK atau AsmaPentingnya Vaksinasi LansiaVaksin yang Dianjurkan:💉 Influenza (setiap tahun).💉 Pneumokokus.💉 Herpes Zoster.💉 Tetanus-Difteri.💉 COVID-19 sesuai anjuran.Harus Segera ke Dokter?Kondisi Darurat:🚨 Nyeri dada mendadak.🚨 Sesak napas berat.🚨 Wajah mencong atau bicara pelo.🚨 Pingsan atau penurunan kesadaran.🚨 Perdarahan yang tidak berhenti.Pesan untuk Lansia✔ Makan makanan bergizi seimbang.✔ Tetap aktif bergerak setiap hari.✔ Jaga kesehatan mental dan hubungan sosial.✔ Tidur cukup dan berkualitas.✔ Rutin memeriksakan kesehatan.✔ Minum obat sesuai anjuran dokter.Usia boleh bertambah, tetapi semangat hidup sehat tidak boleh berkurang💙Disusun oleh dr. Tandean Jeffrey Ferdinand -Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)-

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok lanjut usia, pada tanggal 21 Mei 2026 RS Santa Elisabeth menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Kolaborasi Profesional dalam Penatalaksanaan Trauma Dental Geriatri untuk Meningkatkan Kualitas Hidup.” Kegiatan ini menjadi wadah ilmiah bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi dalam menerapkan kolaborasi profesional yang efektif pada penatalaksanaan trauma dental geriatri secara komprehensif guna meningkatkan kualitas hidup pasien lanjut usia.Wbinar Nasional.jpg 1.57 MBTrauma dental pada pasien lansia merupakan kondisi yang memerlukan perhatian khusus karena berkaitan erat dengan fungsi mastikasi, fonetik, estetika, hingga kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Oleh karena itu, penatalaksanaan yang tepat dan kolaboratif antara dokter gigi umum, dokter gigi spesialis, serta terapis gigi dan mulut menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan perawatan pasien geriatri.Narasumber ke-1.jpg 1.32 MBPada webinar ini, drg. Paulus Paksi Inggil Lumaksita, M.Biomed selaku Dokter Gigi RS Santa Elisabeth membawakan materi berjudul “Penatalaksanaan Primer Trauma Dental Pasien Geriatri dalam Praktik Sehari-hari untuk Meningkatkan Kualitas Hidup.” Materi tersebut membahas penanganan awal trauma dental pada pasien lansia dalam praktik klinis sehari-hari. Penatalaksanaan primer trauma dental yang cepat, tepat, dan berbasis bukti pada pasien geriatri tidak hanya mempertahankan struktur gigi, tetapi juga menjaga fungsi mastikasi, komunikasi, status nutrisi, interaksi sosial, serta kualitas hidup pasien lanjut usia.Narasumber ke-2.jpg 1.64 MBSelanjutnya, drg. Sukma Paramastri, Sp.KG selaku Dokter Spesialis Konservasi Gigi RS Santa Elisabeth menyampaikan materi “Penatalaksanaan Spesialistik Trauma Dental pada Geriatri.” Dalam sesi ini dipaparkan pendekatan spesialistik dalam menangani trauma dental geriatri, mulai dari proses diagnosis, perawatan konservatif, hingga rehabilitasi fungsi gigi dan rongga mulut pasien lansia.Narasumber ke-3.jpg 1.5 MBMateri berikutnya disampaikan oleh Titi Nur Wahyuni, S.Tr.Kes selaku Terapis Gigi dan Mulut RS Santa Elisabeth dengan topik “Strategi Terapis Gigi dan Mulut dalam Mempertahankan Fungsi Mastikasi dan Fonetik untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lansia.” Materi ini menekankan pentingnya peran terapis gigi dan mulut dalam membantu mempertahankan fungsi pengunyahan dan kemampuan berbicara pasien lansia sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Terapis gigi dan mulut memiliki peran strategis dalam intervensi promotif, preventif, dan pemeliharaan fungsi mastikasi serta fonetik pada lansia untuk meningkatkan kualitas hidup.Moderator.jpg 2.03 MBKegiatan webinar dipandu oleh moderator, dr. Citra Kartika, Dokter Umum RS Santa Elisabeth, yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan komunikatif. Webinar nasional ini ditujukan bagi tenaga kesehatan profesi, meliputi dokter gigi, dokter gigi spesialis penyakit mulut, serta terapis gigi dan mulut.MC.jpg 1.83 MBMelalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memperoleh wawasan ilmiah terkini, meningkatkan kompetensi profesional, serta memperkuat kolaborasi antarprofesi dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang optimal bagi pasien geriatri sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas hidup lansia secara menyeluruh.Panitia.jpg 1.32 MB-PKRS

Kesehatan mental merupakan kedamaian secara mental, memahami kelebihan dirinya, mampu berpartisipasi terhadap komunitas atau lingkungannya. Seseorang dapat dikatakan sehat mental apabila kondisi fisik, rohani, dan sosialnya mampu sehat secara utuh. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan dan menghargai orang lain.Kesehatan mental bersifat dinamis dan memiliki cakupan yang beragam, bukan sekedar satu kondisi yang menetap. Terdapat 3 Jenis Masalah Kesehatan Mental yaitu:1. StressStres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental.2. Gangguan KecemasanGangguan kecemasan adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami rasa cemas berlebihan secara konstan dan sulit dikendalikan.3. DepresiDepresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan penderita terus-menerus merasa sedih hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Cara Menanam Bahagia Saat Situasi SulitMerawat diri sendiri adalah langkah awal yang paling penting. Mental yang tertekan tak cuma merusak kesehatan tubuh, tapi juga bisa memicu guncangan emosional yang berat. Agar tetap tangguh di tengah badai, kita perlu "menanam" kebiasaan-kebiasaan baik dalam keseharian. Jangan khawatir, ada banyak langkah nyata yang bisa kamu ambil sejak saat ini untuk menata kembali dan menjaga kesehatan mental agar tetap stabil, seperti:1. Menerapkan Gaya Hidup Sehat Mulailah memprioritaskan gaya hidup sehat dengan menjaga asupan nutrisi yang seimbang dan rutin berolahraga. Ingatlah bahwa kondisi fisik yang bugar adalah fondasi utama bagi kesehatan mental, di mana tubuh yang terawat akan membantu otak memproduksi hormon kebahagiaan secara alami untuk menghalau stres.2. Kenali Potensi DiriSehat mental dimulai dengan menyadari apa yang kita kuasai. Dengan memahami kelebihan diri, kita memiliki "jangkar" saat kepercayaan diri mulai goyah.3. Keseimbangan Tiga PilarJangan hanya fokus pada fisik (olahraga dan makan), tapi beri nutrisi pada rohani yaitu dengan beribadah atau meditasi dan aspek sosial dengan menjaga hubungan baik dengan orang lain.4. Berbagi dan BerkontribusiSalah satu tanda jiwa yang sehat adalah kemampuan untuk peduli pada sesama. Terlibat dalam kegiatan sosial atau sekadar membantu teman bisa memberikan rasa bermakna yang menjadi sumber kebahagiaan.5. Terima "Cuaca" yang AdaMenjadi tangguh bukan berarti pura-pura bahagia. Akui jika kamu sedang lelah, namun jangan biarkan kelelahan itu menghentikan langkahmu untuk mencari bantuan atau beristirahat.6. Minta BantuanIngatlah bahwa meminta pertolongan saat merasa lelah adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan. Mintalah bantuan dengan cara:Bergabung dengan orang-orang yang dapat membantu merubah cara berpikir dan perilakuMencari tenaga ahli, seperti psikolog atau konselor, untuk membantu mengelola perasaan dan memperbaiki mentalMendatangi layanan setempat terkait masalah yang sedang Anda hadapi, seperti bantuan hukum, keuangan dan lain sebagainya Kesehatan mental adalah investasi jangka panjang. Dengan menjaga keselarasan antara raga, jiwa, dan peran sosial kita, kita sedang membangun benteng yang kokoh. Ingatlah bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang kita tunggu setelah badai berlalu, melainkan sesuatu yang kita tanam dan rawat, bahkan saat hujan masih turun dengan derasnya. “Sudahkah kamu memberikan ruang untuk kedamaian mentalmu hari ini?” Daftar PustakaWorld Health Organization. (2022). Mental health: Strengthening our response. World Health Organization. WHO Mental HealthWorld Health Organization. (2023). Mental disorders. World Health Organization. WHO Anxiety DisordersKementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Stres dan cara mengatasinya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Info Stress KemenkesKementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Kesehatan jiwa. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes RI - Kesehatan Jiwa -PKRS
