Mengapa Memilih Kami?
Dedikasi kami untuk kesehatan dan kenyamanan Anda.
Menerima BPJS
Kami melayani pasien peserta BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses layanan kesehatan.
Layanan 24 Jam
Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan penunjang kami siap siaga 24 jam penuh.
Dokter Ahli
Ditangani oleh tim dokter spesialis dan tenaga medis profesional yang berpengalaman.
Layanan Home Care
Layanan kunjungan medis ke rumah untuk pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Berita & Artikel
Informasi kesehatan terkini untuk Anda dan keluarga.

Diabetes Mellitus (DM), atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis, merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Penyakit ini banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut (lansia) dan perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik.Di dalam tubuh, pankreas menghasilkan hormon insulin yang berfungsi membantu glukosa dari makanan masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Apabila tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif, kadar gula darah akan meningkat sehingga menyebabkan Diabetes Mellitus.Jenis-Jenis Diabetes MellitusDiabetes Mellitus dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:Diabetes Mellitus Tipe 1, terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin.Diabetes Mellitus Tipe 2, terjadi karena produksi insulin tidak mencukupi atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Tipe ini merupakan jenis diabetes yang paling banyak dialami oleh lansia.Diabetes Gestasional, yaitu diabetes yang muncul selama masa kehamilan.Diabetes Tipe Lain, yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit lain, atau gangguan hormonal.Kenali Gejala Diabetes MellitusGejala diabetes sering kali muncul secara perlahan sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.Gejala UtamaDiabetes memiliki tiga gejala khas, yaitu:Poliuria, yaitu sering buang air kecil.Polidipsia, yaitu sering merasa haus.Polifagia, yaitu mudah atau sering merasa lapar.Gejala TambahanSelain gejala utama, penderita diabetes juga dapat mengalami:Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.Tubuh mudah lelah.Mudah mengantuk.Kesemutan pada tangan atau kaki.Luka yang sulit sembuh.Penglihatan menjadi kabur.Bisul yang sering muncul kembali.Gatal di area kewanitaan atau keputihan pada wanita.Gangguan fungsi seksual (impotensi) pada pria.Faktor Risiko Diabetes MellitusBeberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes.Faktor Risiko yang Dapat DiubahFaktor-faktor berikut dapat dicegah atau dikendalikan melalui perubahan gaya hidup:Kelebihan berat badan atau obesitas (IMT >23 kg/m²).Lingkar perut lebih dari 90 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita.Kurang melakukan aktivitas fisik.Tekanan darah tinggi (≥140/90 mmHg).Kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal.Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak serta rendah serat.Memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau stroke.Faktor Risiko yang Tidak Dapat DiubahBeberapa faktor berikut tidak dapat diubah, tetapi perlu diwaspadai:Berusia lebih dari 40 tahun.Memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.Pernah mengalami diabetes saat hamil.Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg.Riwayat lahir dengan berat badan rendah (<2,5 kg).Pentingnya Deteksi DiniSemakin cepat diabetes diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi.Segera lakukan pemeriksaan gula darah apabila:Mengalami satu atau lebih gejala diabetes.Memiliki faktor risiko diabetes.Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan kadar di atas normal sesuai hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.Komplikasi Diabetes MellitusApabila kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka panjang, diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:Retinopati diabetik, yaitu kerusakan pembuluh darah pada mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.Penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.Nefropati diabetik, yaitu kerusakan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal.Neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, luka pada kaki, bahkan amputasi.Mengapa Penderita Diabetes Harus Merawat Kaki?Masalah pada kaki merupakan salah satu komplikasi diabetes yang paling sering terjadi.Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan:Kerusakan saraf sehingga kaki kehilangan sensasi nyeri dan luka tidak disadari.Aliran darah ke kaki menjadi berkurang sehingga luka sulit sembuh.Luka kecil dapat berkembang menjadi infeksi berat hingga memerlukan amputasi apabila tidak segera ditangani.Risiko gangguan kaki semakin tinggi pada penderita diabetes yang:Berusia lebih dari 40 tahun.Merokok atau menggunakan produk tembakau.Mengalami gangguan aliran darah atau penurunan sensasi pada kaki.Memiliki kelainan bentuk kaki.Pernah mengalami luka atau amputasi pada kaki.Cara Mencegah Komplikasi DiabetesKomplikasi diabetes dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:Minum obat sesuai anjuran dokter.Rutin memeriksa kadar gula darah.Menjalani pemeriksaan mata secara berkala.Melakukan aktivitas fisik secara teratur.Menjaga kebersihan kulit dan mewaspadai tanda-tanda infeksi.Memeriksa kondisi kaki setiap hari, terutama bila muncul kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, atau luka.Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah serta mengurangi gula, garam, dan lemak.Batasi Konsumsi Makanan BerikutAgar kadar gula darah tetap terkendali, batasi konsumsi makanan yang mengandung gula, lemak, dan garam berlebih.1. Makanan Tinggi GulaGula pasir, gula merah, dan gula aren.Sirup dan minuman manis kemasan.Selai.Agar-agar, puding, dan jeli manis.Manisan buah.Susu kental manis.Es krim.Kue, bolu, cake, dodol, serta cokelat.2. Makanan Tinggi LemakMakanan yang digoreng.Makanan cepat saji (fast food).3. Makanan Tinggi Garam (Natrium)Ikan asin.Telur asin.Makanan kaleng atau makanan yang diawetkan.KesimpulanDiabetes Mellitus bukanlah penyakit yang dapat dianggap sepele. Namun, dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, serta mematuhi pengobatan yang dianjurkan, diabetes dapat dikendalikan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.Mari mulai hidup sehat dari sekarang. Kenali gejalanya, kendalikan gula darah, dan cegah komplikasi agar tetap sehat, aktif, dan produktif di usia lanjut.Disusun oleh : dr. Muhammad Rafi FauzanPenerbit : Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RS Santa Elisabeth Ganjuran Gelar IHT Implementasi Komunikasi Efektif
Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan In House Training (IHT) Internal Implementasi Komunikasi Efektif dalam Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pada 25–27 Juni 2026. Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dan karyawan sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga.Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh empat materi utama, yaitu Komunikasi di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Handling Complain, Sosialisasi Program Holistik, dan Peran PKRS dalam Program Nasional (Prognas). Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui paparan, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta dapat mengaplikasikannya dalam pelayanan sehari-hari.Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran menyampaikan bahwa komunikasi yang efektif merupakan salah satu kunci dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas dan berpusat pada pasien."Komunikasi yang baik tidak hanya membangun kepercayaan pasien, tetapi juga mendukung keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit," ujarnya.Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.Disusun oleh Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Indikator Nasional Mutu Kepuasan Pasien
Sobat Elsa, yukkk kita lihat bagaimana kepuasan pasien di RS Santa ElisabethIndikator Nasional Mutu Kepuasan PasienKepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit. Secara nasional, standar indikator kepuasan pasien ditetapkan sebesar 76,61%. Hasil capaian Triwulan I menunjukkan hasil yang sangat baik dan melebihi target. Terlihat adanya tren peningkatan kepuasan pasien dari bulan ke bulan, yang menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan telah berjalan dengan baik dan memenuhi harapan pasien. 🌟✨ Upaya mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pasien:Memastikan pelayanan sesuai standar operasional prosedurMonitoring hasil survei kepuasan pasien secara berkalaMenindaklanjuti masukan dan saran sebagai bahan evaluasiPenguatan budaya pelayanan prima kepada seluruh petugasMelalui komitmen perbaikan yang berkelanjutan, RS Santa Elisabeth terus berupaya menghadirkan pelayanan yang berkualitas, aman, dan berpusat pada kebutuhan pasien.“RS Santa Elisabeth — bersama memberikan pelayanan terbaik untuk kesehatan dan kepuasan pasien.” 💙Disusun oleh: Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Komite Mutu
