Mengapa Memilih Kami?
Dedikasi kami untuk kesehatan dan kenyamanan Anda.
Menerima BPJS
Kami melayani pasien peserta BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses layanan kesehatan.
Layanan 24 Jam
Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan penunjang kami siap siaga 24 jam penuh.
Dokter Ahli
Ditangani oleh tim dokter spesialis dan tenaga medis profesional yang berpengalaman.
Layanan Home Care
Layanan kunjungan medis ke rumah untuk pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Berita & Artikel
Informasi kesehatan terkini untuk Anda dan keluarga.

Bantul, 18 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran melalui pelayanan kebidanan menyelenggarakan Kelas Bayi pada Sabtu, 18 Juli 2026 sebagai salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam merawat bayi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.Kegiatan yang dipandu oleh bidan RS Santa Elisabeth Ganjuran ini diikuti oleh para orang tua yang memiliki bayi. Selama kegiatan, peserta mendapatkan edukasi mengenai perawatan bayi sehari-hari, pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemantauan tumbuh kembang, pentingnya imunisasi, serta tanda bahaya pada bayi yang memerlukan penanganan medis. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung dengan bidan mengenai berbagai permasalahan yang sering dihadapi dalam merawat bayi.Kelas bayi berlangsung secara interaktif dengan mengedepankan komunikasi dua arah sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih baik. Melalui sesi tanya jawab, para orang tua memperoleh informasi yang tepat dan dapat langsung mengklarifikasi berbagai hal terkait kesehatan bayinya.Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin percaya diri dalam memberikan perawatan yang tepat kepada bayi, mampu mengenali tanda bahaya sejak dini, serta menerapkan pola pengasuhan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. RS Santa Elisabeth Ganjuran berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukasi yang bermanfaat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di masyarakat.
Bantul, 14 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan di SD Kanisius Kanutan Bantul pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 08.00–09.00 WIB. Kegiatan ini mengangkat tema "Edukasi Gigi Berlubang dan Karang Gigi serta 6 Langkah Cuci Tangan dengan Sabun" sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam menjaga kesehatan gigi, mulut, dan kebersihan tangan sejak usia dini.Profil 1Kegiatan edukasi menghadirkan dua narasumber, yaitu Taqiy Khairiyah, S.Tr.Kes dan Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.M.Pada sesi pertama, Taqiy Khairiyah, S.Tr.Kes menyampaikan materi mengenai gigi berlubang dan karang gigi. Materi yang diberikan meliputi penyebab terjadinya gigi berlubang dan karang gigi, tanda dan dampaknya terhadap kesehatan gigi dan mulut, serta langkah-langkah pencegahan melalui kebiasaan menyikat gigi dengan benar, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.Profil 2Selanjutnya, Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.M menyampaikan materi mengenai 6 Langkah Cuci Tangan dengan Sabun. Siswa diperkenalkan pentingnya mencuci tangan sebagai salah satu cara mencegah penyebaran penyakit, waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, serta mempraktikkan enam langkah cuci tangan dengan sabun secara benar sesuai anjuran Kementerian Kesehatan. Kegiatan praktik dilakukan dengan bernyanyi secara bersama-sama agar siswa lebih mudah memahami dan membiasakan perilaku hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti edukasi dengan antusias. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif melalui penyampaian materi yang menarik, demonstrasi, serta praktik langsung, sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SD Kanisius Kanutan Bantul semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta membiasakan mencuci tangan dengan sabun menggunakan enam langkah yang benar sebagai bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan sekolah maupun keluarga.DokumentasiDokumentasiDokumentasiDokumentasi Kegiatan : https://www.instagram.com/reel/Da4lhHCvjUO/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Edukasi Kenakalan Remaja, HIV/AIDS, dan PHBS "Bekali Siswa SMA Stella Duce Bambanglipuro"
Edukasi Kenakalan Remaja, HIV/AIDS, dan PHBS Bekali Siswa SMA Stella Duce BambanglipuroBantul, 13 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), RS Santa Elisabeth Ganjuran melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bagi siswa baru SMA Stella Duce Bambanglipuro pada Senin, 13 Juli 2026.Kegiatan edukasi ini mengusung tema "Kenakalan Remaja, HIV/AIDS, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)" dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.M dan dr. Andyta Kartikawati.Profil 1Pada sesi pembuka, Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.M menyampaikan pengenalan mengenai kenakalan remaja, meliputi pengertian, bentuk-bentuk kenakalan remaja, faktor-faktor yang memengaruhi perilaku remaja, serta pentingnya membangun karakter positif dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Melalui materi ini, siswa diajak untuk memahami dampak kenakalan remaja terhadap masa depan serta pentingnya mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.Profil 2Selanjutnya, dr. Andyta Kartikawati menyampaikan materi mengenai HIV/AIDS dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pada materi HIV/AIDS, dijelaskan mengenai pengertian HIV dan AIDS, cara penularan, cara pencegahan, serta pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai PHBS sebagai upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan melalui kebiasaan hidup sehat, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan benar, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beraktivitas fisik secara teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif. Para siswa mengikuti materi dengan antusias serta aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab bersama narasumber. Melalui diskusi yang berlangsung, siswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai berbagai permasalahan kesehatan yang sering dihadapi pada masa remaja.Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan siswa SMA Stella Duce Bambanglipuro memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai kenakalan remaja, HIV/AIDS, dan PHBS, sehingga mampu menerapkan perilaku hidup sehat, menghindari perilaku berisiko, serta menjadi generasi muda yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab. Dokumentasi Kegiatan: https://www.instagram.com/reel/Da4Qjy5v4s5/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Diabetes Mellitus (DM), atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis, merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Penyakit ini banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut (lansia) dan perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik.Di dalam tubuh, pankreas menghasilkan hormon insulin yang berfungsi membantu glukosa dari makanan masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Apabila tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif, kadar gula darah akan meningkat sehingga menyebabkan Diabetes Mellitus.Jenis-Jenis Diabetes MellitusDiabetes Mellitus dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:Diabetes Mellitus Tipe 1, terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin.Diabetes Mellitus Tipe 2, terjadi karena produksi insulin tidak mencukupi atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Tipe ini merupakan jenis diabetes yang paling banyak dialami oleh lansia.Diabetes Gestasional, yaitu diabetes yang muncul selama masa kehamilan.Diabetes Tipe Lain, yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit lain, atau gangguan hormonal.Kenali Gejala Diabetes MellitusGejala diabetes sering kali muncul secara perlahan sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.Gejala UtamaDiabetes memiliki tiga gejala khas, yaitu:Poliuria, yaitu sering buang air kecil.Polidipsia, yaitu sering merasa haus.Polifagia, yaitu mudah atau sering merasa lapar.Gejala TambahanSelain gejala utama, penderita diabetes juga dapat mengalami:Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.Tubuh mudah lelah.Mudah mengantuk.Kesemutan pada tangan atau kaki.Luka yang sulit sembuh.Penglihatan menjadi kabur.Bisul yang sering muncul kembali.Gatal di area kewanitaan atau keputihan pada wanita.Gangguan fungsi seksual (impotensi) pada pria.Faktor Risiko Diabetes MellitusBeberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes.Faktor Risiko yang Dapat DiubahFaktor-faktor berikut dapat dicegah atau dikendalikan melalui perubahan gaya hidup:Kelebihan berat badan atau obesitas (IMT >23 kg/m²).Lingkar perut lebih dari 90 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita.Kurang melakukan aktivitas fisik.Tekanan darah tinggi (≥140/90 mmHg).Kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal.Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak serta rendah serat.Memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau stroke.Faktor Risiko yang Tidak Dapat DiubahBeberapa faktor berikut tidak dapat diubah, tetapi perlu diwaspadai:Berusia lebih dari 40 tahun.Memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.Pernah mengalami diabetes saat hamil.Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg.Riwayat lahir dengan berat badan rendah (<2,5 kg).Pentingnya Deteksi DiniSemakin cepat diabetes diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi.Segera lakukan pemeriksaan gula darah apabila:Mengalami satu atau lebih gejala diabetes.Memiliki faktor risiko diabetes.Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan kadar di atas normal sesuai hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.Komplikasi Diabetes MellitusApabila kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka panjang, diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:Retinopati diabetik, yaitu kerusakan pembuluh darah pada mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.Penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.Nefropati diabetik, yaitu kerusakan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal.Neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, luka pada kaki, bahkan amputasi.Mengapa Penderita Diabetes Harus Merawat Kaki?Masalah pada kaki merupakan salah satu komplikasi diabetes yang paling sering terjadi.Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan:Kerusakan saraf sehingga kaki kehilangan sensasi nyeri dan luka tidak disadari.Aliran darah ke kaki menjadi berkurang sehingga luka sulit sembuh.Luka kecil dapat berkembang menjadi infeksi berat hingga memerlukan amputasi apabila tidak segera ditangani.Risiko gangguan kaki semakin tinggi pada penderita diabetes yang:Berusia lebih dari 40 tahun.Merokok atau menggunakan produk tembakau.Mengalami gangguan aliran darah atau penurunan sensasi pada kaki.Memiliki kelainan bentuk kaki.Pernah mengalami luka atau amputasi pada kaki.Cara Mencegah Komplikasi DiabetesKomplikasi diabetes dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:Minum obat sesuai anjuran dokter.Rutin memeriksa kadar gula darah.Menjalani pemeriksaan mata secara berkala.Melakukan aktivitas fisik secara teratur.Menjaga kebersihan kulit dan mewaspadai tanda-tanda infeksi.Memeriksa kondisi kaki setiap hari, terutama bila muncul kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, atau luka.Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah serta mengurangi gula, garam, dan lemak.Batasi Konsumsi Makanan BerikutAgar kadar gula darah tetap terkendali, batasi konsumsi makanan yang mengandung gula, lemak, dan garam berlebih.1. Makanan Tinggi GulaGula pasir, gula merah, dan gula aren.Sirup dan minuman manis kemasan.Selai.Agar-agar, puding, dan jeli manis.Manisan buah.Susu kental manis.Es krim.Kue, bolu, cake, dodol, serta cokelat.2. Makanan Tinggi LemakMakanan yang digoreng.Makanan cepat saji (fast food).3. Makanan Tinggi Garam (Natrium)Ikan asin.Telur asin.Makanan kaleng atau makanan yang diawetkan.KesimpulanDiabetes Mellitus bukanlah penyakit yang dapat dianggap sepele. Namun, dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, serta mematuhi pengobatan yang dianjurkan, diabetes dapat dikendalikan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.Mari mulai hidup sehat dari sekarang. Kenali gejalanya, kendalikan gula darah, dan cegah komplikasi agar tetap sehat, aktif, dan produktif di usia lanjut.Disusun oleh : dr. Muhammad Rafi FauzanPenerbit : Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RS Santa Elisabeth Ganjuran Gelar IHT Implementasi Komunikasi Efektif
Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan In House Training (IHT) Internal Implementasi Komunikasi Efektif dalam Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pada 25–27 Juni 2026. Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dan karyawan sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga.Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh empat materi utama, yaitu Komunikasi di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Handling Complain, Sosialisasi Program Holistik, dan Peran PKRS dalam Program Nasional (Prognas). Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui paparan, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta dapat mengaplikasikannya dalam pelayanan sehari-hari.Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran menyampaikan bahwa komunikasi yang efektif merupakan salah satu kunci dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas dan berpusat pada pasien."Komunikasi yang baik tidak hanya membangun kepercayaan pasien, tetapi juga mendukung keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit," ujarnya.Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.Disusun oleh Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Indikator Nasional Mutu Kepuasan Pasien
Sobat Elsa, yukkk kita lihat bagaimana kepuasan pasien di RS Santa ElisabethIndikator Nasional Mutu Kepuasan PasienKepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit. Secara nasional, standar indikator kepuasan pasien ditetapkan sebesar 76,61%. Hasil capaian Triwulan I menunjukkan hasil yang sangat baik dan melebihi target. Terlihat adanya tren peningkatan kepuasan pasien dari bulan ke bulan, yang menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan telah berjalan dengan baik dan memenuhi harapan pasien. 🌟✨ Upaya mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pasien:Memastikan pelayanan sesuai standar operasional prosedurMonitoring hasil survei kepuasan pasien secara berkalaMenindaklanjuti masukan dan saran sebagai bahan evaluasiPenguatan budaya pelayanan prima kepada seluruh petugasMelalui komitmen perbaikan yang berkelanjutan, RS Santa Elisabeth terus berupaya menghadirkan pelayanan yang berkualitas, aman, dan berpusat pada kebutuhan pasien.“RS Santa Elisabeth — bersama memberikan pelayanan terbaik untuk kesehatan dan kepuasan pasien.” 💙Disusun oleh: Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Komite Mutu

Sobat Elsa, yukkk kita lihat bagaimana waktu tanggap komplain di RS Santa ElisabethIndikator Nasional Mutu Waktu Tanggap Komplain📌 Kecepatan Waktu Tanggap KomplainRS Santa Elisabeth terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat dan responsif terhadap setiap keluhan pasien dan keluarga. Standar indikator ketepatan waktu tanggap komplain ditetapkan ≥80% secara nasional. Kabar baiknya, pada periode Januari hingga Maret 2026, capaian yang diperoleh mencapai 100% setiap bulan. Artinya, seluruh komplain yang diterima berhasil ditindaklanjuti sesuai standar waktu yang telah ditetapkan. Hasil ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang tanggap, peduli, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.✨ Upaya yang terus dilakukan:Penguatan sistem penanganan komplainMonitoring dan evaluasi berkalaOptimalisasi tindak lanjut masukan pasien dan keluargaPerbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutanDengan langkah tersebut, diharapkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan rumah sakit dapat terus terjaga dan meningkat.Disusun oleh: Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Komite Mutu

Setiap tanggal 29 Juni, Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional. Momen ini bukan sekadar seremonial tahunan di kalender, melainkan sebuah pengingat besar: bahwa di dalam ruang-ruang kecil bernama rumahlah, fondasi kesehatan dan kesejahteraan sebuah bangsa sedang dibentuk.Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki dampak terbesar. Keluarga sendiri memiliki 8 fungsi utama, di antaranya fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi/pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Ketika fungsi-fungsi ini berjalan optimal, maka derajat kesehatan keluarga akan meningkat secara signifikan.1. Rumah sebagai Pondasi Pertama Kesehatan FisikDi tengah gempuran makanan instan dan gaya hidup minim gerak (sedentary lifestyle), peran keluarga dalam menjaga kesehatan fisik menjadi sangat krusial. Kesehatan tidak dimulai dari ruang praktik dokter, melainkan dari meja makan rumah kita.Penataan gizi seimbang harus dipraktikkan langsung di tingkat rumah tangga melalui panduan porsi makan yang ideal. Menanamkan kebiasaan sehat dapat dimulai dari langkah-langkah kecil:Gizi Seimbang: Menyajikan makanan yang kaya serat dari sayur dan buah, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) demi mencegah risiko Penyakit Tidak Menular seperti diabetes dan hipertensi di masa depan (Kementerian Kesehatan RI).Makan Bergizi Isi PiringkuAktivitas Fisik Bersama: Meluangkan waktu di akhir pekan untuk jalan sehat atau membersihkan rumah bersama bisa menjadi solusi yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Untuk menjaga kebugaran, orang dewasa direkomendasikan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu.2. Kesehatan Mental: Menjadikan Rumah sebagai Safe SpaceSehat tidak hanya bicara tentang fisik yang bebas dari penyakit, tetapi juga mental yang sejahtera. Di era digital saat ini, tantangan kesehatan mental semakin nyata. Tingginya paparan media sosial sering kali memicu kecemasan dan stres, baik pada remaja maupun orang dewasa.Dalam menghadapi tantangan ini, dukungan sosial terkuat dan paling utama mutlak berasal dari hubungan internal keluarga yang erat serta suportif. Keluarga harus mampu menjadi tempat pulang yang aman (safe space) melalui:Komunikasi Efektif : Menyediakan waktu khusus tanpa distraksi gawai (misalnya saat makan malam) untuk saling bertukar cerita.Validasi Emosi: Mendengarkan keluh kesah anggota keluarga tanpa langsung menghakimi, sehingga anak atau pasangan merasa dihargai dan didukung penuh.3. Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Bebas StuntingSalah satu fokus utama peringatan Hari Keluarga Nasional di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir adalah percepatan penurunan angka stunting. Pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dilakukan secara optimal oleh keluarga adalah kunci utama melahirkan generasi emas yang cerdas dan sehat.Setiap kebiasaan baik yang dipupuk di dalam keluarga hari ini—mulai dari menjaga sanitasi, pemenuhan nutrisi, hingga stimulasi psikologis—adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa."Keluarga adalah tempat di mana kehidupan dimulai dan cinta tidak pernah berakhir."Selamat Hari Keluarga Nasional! Mari mulai dari rumah, dari diri sendiri, dan dari langkah paling kecil hari ini demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, bahagia, dan tangguh.Daftar Pustaka:BKKBN: Panduan Implementasi 8 Fungsi Keluarga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.Kementerian Kesehatan RI: Pedoman Gizi Seimbang: Isi Piringku, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.WHO: Global Guidelines on Physical Activity for Health, World Health Organization.Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Sobat Elsa, yuk kita lihat bagaimana upaya RS Santa Elisabeth dalam menjaga keselamatan pasien!indikator Nasional Mutu Pencegahan Risiko Pasien Jatuh🚶 Pencegahan Risiko Pasien JatuhKeselamatan pasien merupakan prioritas utama pelayanan di RS Santa Elisabeth. Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah mencegah risiko pasien mengalami jatuh selama menjalani perawatan. Indikator kepatuhan upaya pencegahan pasien jatuh memiliki target 100% secara nasional.Kabar baiknya, pada Triwulan I Tahun 2026 capaian mencapai 100%, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil ini juga konsisten dengan pencapaian sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan risiko jatuh telah dilakukan secara optimal dan berkesinambungan.Langkah yang terus dilakukan untuk menjaga keselamatan pasien:· Melakukan pengkajian risiko jatuh pada seluruh pasien rawat inap sejak awal masuk perawatan. · Melakukan asesmen ulang secara berkala sesuai kondisi pasien.· Menjalankan tindakan pencegahan sesuai standar operasional prosedur (SOP).· Melakukan sosialisasi dan penguatan edukasi kepada petugas melalui briefing dan staff meeting secara rutinDengan komitmen bersama, RS Santa Elisabeth terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.💙“Keselamatan pasien adalah prioritas, kualitas pelayanan adalah komitmen kami.”Disusun oleh Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit
