Mengapa Memilih Kami?
Dedikasi kami untuk kesehatan dan kenyamanan Anda.
Menerima BPJS
Kami melayani pasien peserta BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses layanan kesehatan.
Layanan 24 Jam
Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan penunjang kami siap siaga 24 jam penuh.
Dokter Ahli
Ditangani oleh tim dokter spesialis dan tenaga medis profesional yang berpengalaman.
Layanan Home Care
Layanan kunjungan medis ke rumah untuk pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Berita & Artikel
Informasi kesehatan terkini untuk Anda dan keluarga.

Diabetes Mellitus (DM), atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis, merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Penyakit ini banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut (lansia) dan perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik.Di dalam tubuh, pankreas menghasilkan hormon insulin yang berfungsi membantu glukosa dari makanan masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Apabila tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif, kadar gula darah akan meningkat sehingga menyebabkan Diabetes Mellitus.Jenis-Jenis Diabetes MellitusDiabetes Mellitus dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:Diabetes Mellitus Tipe 1, terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin.Diabetes Mellitus Tipe 2, terjadi karena produksi insulin tidak mencukupi atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Tipe ini merupakan jenis diabetes yang paling banyak dialami oleh lansia.Diabetes Gestasional, yaitu diabetes yang muncul selama masa kehamilan.Diabetes Tipe Lain, yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit lain, atau gangguan hormonal.Kenali Gejala Diabetes MellitusGejala diabetes sering kali muncul secara perlahan sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.Gejala UtamaDiabetes memiliki tiga gejala khas, yaitu:Poliuria, yaitu sering buang air kecil.Polidipsia, yaitu sering merasa haus.Polifagia, yaitu mudah atau sering merasa lapar.Gejala TambahanSelain gejala utama, penderita diabetes juga dapat mengalami:Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.Tubuh mudah lelah.Mudah mengantuk.Kesemutan pada tangan atau kaki.Luka yang sulit sembuh.Penglihatan menjadi kabur.Bisul yang sering muncul kembali.Gatal di area kewanitaan atau keputihan pada wanita.Gangguan fungsi seksual (impotensi) pada pria.Faktor Risiko Diabetes MellitusBeberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes.Faktor Risiko yang Dapat DiubahFaktor-faktor berikut dapat dicegah atau dikendalikan melalui perubahan gaya hidup:Kelebihan berat badan atau obesitas (IMT >23 kg/m²).Lingkar perut lebih dari 90 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita.Kurang melakukan aktivitas fisik.Tekanan darah tinggi (≥140/90 mmHg).Kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal.Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak serta rendah serat.Memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau stroke.Faktor Risiko yang Tidak Dapat DiubahBeberapa faktor berikut tidak dapat diubah, tetapi perlu diwaspadai:Berusia lebih dari 40 tahun.Memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.Pernah mengalami diabetes saat hamil.Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg.Riwayat lahir dengan berat badan rendah (<2,5 kg).Pentingnya Deteksi DiniSemakin cepat diabetes diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi.Segera lakukan pemeriksaan gula darah apabila:Mengalami satu atau lebih gejala diabetes.Memiliki faktor risiko diabetes.Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan kadar di atas normal sesuai hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.Komplikasi Diabetes MellitusApabila kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka panjang, diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:Retinopati diabetik, yaitu kerusakan pembuluh darah pada mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.Penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.Nefropati diabetik, yaitu kerusakan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal.Neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, luka pada kaki, bahkan amputasi.Mengapa Penderita Diabetes Harus Merawat Kaki?Masalah pada kaki merupakan salah satu komplikasi diabetes yang paling sering terjadi.Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan:Kerusakan saraf sehingga kaki kehilangan sensasi nyeri dan luka tidak disadari.Aliran darah ke kaki menjadi berkurang sehingga luka sulit sembuh.Luka kecil dapat berkembang menjadi infeksi berat hingga memerlukan amputasi apabila tidak segera ditangani.Risiko gangguan kaki semakin tinggi pada penderita diabetes yang:Berusia lebih dari 40 tahun.Merokok atau menggunakan produk tembakau.Mengalami gangguan aliran darah atau penurunan sensasi pada kaki.Memiliki kelainan bentuk kaki.Pernah mengalami luka atau amputasi pada kaki.Cara Mencegah Komplikasi DiabetesKomplikasi diabetes dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:Minum obat sesuai anjuran dokter.Rutin memeriksa kadar gula darah.Menjalani pemeriksaan mata secara berkala.Melakukan aktivitas fisik secara teratur.Menjaga kebersihan kulit dan mewaspadai tanda-tanda infeksi.Memeriksa kondisi kaki setiap hari, terutama bila muncul kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, atau luka.Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah serta mengurangi gula, garam, dan lemak.Batasi Konsumsi Makanan BerikutAgar kadar gula darah tetap terkendali, batasi konsumsi makanan yang mengandung gula, lemak, dan garam berlebih.1. Makanan Tinggi GulaGula pasir, gula merah, dan gula aren.Sirup dan minuman manis kemasan.Selai.Agar-agar, puding, dan jeli manis.Manisan buah.Susu kental manis.Es krim.Kue, bolu, cake, dodol, serta cokelat.2. Makanan Tinggi LemakMakanan yang digoreng.Makanan cepat saji (fast food).3. Makanan Tinggi Garam (Natrium)Ikan asin.Telur asin.Makanan kaleng atau makanan yang diawetkan.KesimpulanDiabetes Mellitus bukanlah penyakit yang dapat dianggap sepele. Namun, dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, serta mematuhi pengobatan yang dianjurkan, diabetes dapat dikendalikan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.Mari mulai hidup sehat dari sekarang. Kenali gejalanya, kendalikan gula darah, dan cegah komplikasi agar tetap sehat, aktif, dan produktif di usia lanjut.Disusun oleh : dr. Muhammad Rafi FauzanPenerbit : Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RS Santa Elisabeth Ganjuran Gelar IHT Implementasi Komunikasi Efektif
Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan In House Training (IHT) Internal Implementasi Komunikasi Efektif dalam Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pada 25–27 Juni 2026. Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dan karyawan sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga.Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh empat materi utama, yaitu Komunikasi di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Handling Complain, Sosialisasi Program Holistik, dan Peran PKRS dalam Program Nasional (Prognas). Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui paparan, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta dapat mengaplikasikannya dalam pelayanan sehari-hari.Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran menyampaikan bahwa komunikasi yang efektif merupakan salah satu kunci dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas dan berpusat pada pasien."Komunikasi yang baik tidak hanya membangun kepercayaan pasien, tetapi juga mendukung keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit," ujarnya.Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.Disusun oleh Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Indikator Nasional Mutu Kepuasan Pasien
Sobat Elsa, yukkk kita lihat bagaimana kepuasan pasien di RS Santa ElisabethIndikator Nasional Mutu Kepuasan PasienKepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit. Secara nasional, standar indikator kepuasan pasien ditetapkan sebesar 76,61%. Hasil capaian Triwulan I menunjukkan hasil yang sangat baik dan melebihi target. Terlihat adanya tren peningkatan kepuasan pasien dari bulan ke bulan, yang menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan telah berjalan dengan baik dan memenuhi harapan pasien. 🌟✨ Upaya mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pasien:Memastikan pelayanan sesuai standar operasional prosedurMonitoring hasil survei kepuasan pasien secara berkalaMenindaklanjuti masukan dan saran sebagai bahan evaluasiPenguatan budaya pelayanan prima kepada seluruh petugasMelalui komitmen perbaikan yang berkelanjutan, RS Santa Elisabeth terus berupaya menghadirkan pelayanan yang berkualitas, aman, dan berpusat pada kebutuhan pasien.“RS Santa Elisabeth — bersama memberikan pelayanan terbaik untuk kesehatan dan kepuasan pasien.” 💙Disusun oleh: Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Komite Mutu

Sobat Elsa, yukkk kita lihat bagaimana waktu tanggap komplain di RS Santa ElisabethIndikator Nasional Mutu Waktu Tanggap Komplain📌 Kecepatan Waktu Tanggap KomplainRS Santa Elisabeth terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat dan responsif terhadap setiap keluhan pasien dan keluarga. Standar indikator ketepatan waktu tanggap komplain ditetapkan ≥80% secara nasional. Kabar baiknya, pada periode Januari hingga Maret 2026, capaian yang diperoleh mencapai 100% setiap bulan. Artinya, seluruh komplain yang diterima berhasil ditindaklanjuti sesuai standar waktu yang telah ditetapkan. Hasil ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang tanggap, peduli, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.✨ Upaya yang terus dilakukan:Penguatan sistem penanganan komplainMonitoring dan evaluasi berkalaOptimalisasi tindak lanjut masukan pasien dan keluargaPerbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutanDengan langkah tersebut, diharapkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan rumah sakit dapat terus terjaga dan meningkat.Disusun oleh: Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Komite Mutu

Setiap tanggal 29 Juni, Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional. Momen ini bukan sekadar seremonial tahunan di kalender, melainkan sebuah pengingat besar: bahwa di dalam ruang-ruang kecil bernama rumahlah, fondasi kesehatan dan kesejahteraan sebuah bangsa sedang dibentuk.Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki dampak terbesar. Keluarga sendiri memiliki 8 fungsi utama, di antaranya fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi/pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Ketika fungsi-fungsi ini berjalan optimal, maka derajat kesehatan keluarga akan meningkat secara signifikan.1. Rumah sebagai Pondasi Pertama Kesehatan FisikDi tengah gempuran makanan instan dan gaya hidup minim gerak (sedentary lifestyle), peran keluarga dalam menjaga kesehatan fisik menjadi sangat krusial. Kesehatan tidak dimulai dari ruang praktik dokter, melainkan dari meja makan rumah kita.Penataan gizi seimbang harus dipraktikkan langsung di tingkat rumah tangga melalui panduan porsi makan yang ideal. Menanamkan kebiasaan sehat dapat dimulai dari langkah-langkah kecil:Gizi Seimbang: Menyajikan makanan yang kaya serat dari sayur dan buah, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) demi mencegah risiko Penyakit Tidak Menular seperti diabetes dan hipertensi di masa depan (Kementerian Kesehatan RI).Makan Bergizi Isi PiringkuAktivitas Fisik Bersama: Meluangkan waktu di akhir pekan untuk jalan sehat atau membersihkan rumah bersama bisa menjadi solusi yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Untuk menjaga kebugaran, orang dewasa direkomendasikan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu.2. Kesehatan Mental: Menjadikan Rumah sebagai Safe SpaceSehat tidak hanya bicara tentang fisik yang bebas dari penyakit, tetapi juga mental yang sejahtera. Di era digital saat ini, tantangan kesehatan mental semakin nyata. Tingginya paparan media sosial sering kali memicu kecemasan dan stres, baik pada remaja maupun orang dewasa.Dalam menghadapi tantangan ini, dukungan sosial terkuat dan paling utama mutlak berasal dari hubungan internal keluarga yang erat serta suportif. Keluarga harus mampu menjadi tempat pulang yang aman (safe space) melalui:Komunikasi Efektif : Menyediakan waktu khusus tanpa distraksi gawai (misalnya saat makan malam) untuk saling bertukar cerita.Validasi Emosi: Mendengarkan keluh kesah anggota keluarga tanpa langsung menghakimi, sehingga anak atau pasangan merasa dihargai dan didukung penuh.3. Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Bebas StuntingSalah satu fokus utama peringatan Hari Keluarga Nasional di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir adalah percepatan penurunan angka stunting. Pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dilakukan secara optimal oleh keluarga adalah kunci utama melahirkan generasi emas yang cerdas dan sehat.Setiap kebiasaan baik yang dipupuk di dalam keluarga hari ini—mulai dari menjaga sanitasi, pemenuhan nutrisi, hingga stimulasi psikologis—adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa."Keluarga adalah tempat di mana kehidupan dimulai dan cinta tidak pernah berakhir."Selamat Hari Keluarga Nasional! Mari mulai dari rumah, dari diri sendiri, dan dari langkah paling kecil hari ini demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, bahagia, dan tangguh.Daftar Pustaka:BKKBN: Panduan Implementasi 8 Fungsi Keluarga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.Kementerian Kesehatan RI: Pedoman Gizi Seimbang: Isi Piringku, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.WHO: Global Guidelines on Physical Activity for Health, World Health Organization.Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Sobat Elsa, yuk kita lihat bagaimana upaya RS Santa Elisabeth dalam menjaga keselamatan pasien!indikator Nasional Mutu Pencegahan Risiko Pasien Jatuh🚶 Pencegahan Risiko Pasien JatuhKeselamatan pasien merupakan prioritas utama pelayanan di RS Santa Elisabeth. Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah mencegah risiko pasien mengalami jatuh selama menjalani perawatan. Indikator kepatuhan upaya pencegahan pasien jatuh memiliki target 100% secara nasional.Kabar baiknya, pada Triwulan I Tahun 2026 capaian mencapai 100%, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil ini juga konsisten dengan pencapaian sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan risiko jatuh telah dilakukan secara optimal dan berkesinambungan.Langkah yang terus dilakukan untuk menjaga keselamatan pasien:· Melakukan pengkajian risiko jatuh pada seluruh pasien rawat inap sejak awal masuk perawatan. · Melakukan asesmen ulang secara berkala sesuai kondisi pasien.· Menjalankan tindakan pencegahan sesuai standar operasional prosedur (SOP).· Melakukan sosialisasi dan penguatan edukasi kepada petugas melalui briefing dan staff meeting secara rutinDengan komitmen bersama, RS Santa Elisabeth terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.💙“Keselamatan pasien adalah prioritas, kualitas pelayanan adalah komitmen kami.”Disusun oleh Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Sobat Elsa, yuk kita lihat bagaimana upaya RS Santa Elisabeth dalam menjaga kepatuhan kebersihan tanganIndikator Nasional Mutu Kepatuhan Kebersihan TanganKepatuhan Kebersihan TanganKebersihan tangan merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi di lingkungan rumah sakit. Karena itu, RS Santa Elisabeth terus mendorong tenaga kesehatan untuk selalu menerapkan kebersihan tangan sesuai standar. Target kepatuhan kebersihan tangan ditetapkan adalah ≥ 85% secara nasional.Pada Triwulan I Tahun 2026, capaian yang diperoleh sangat baik: Januari : 96,48% Februari : 95,22%, Maret : 96,44%. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan kebersihan tangan tenaga kesehatan telah melampaui standar yang ditetapkan. Capaian ini juga sejalan dengan hasil sepanjang tahun 2025 yang telah mempertahankan standar dengan baik. Upaya yang terus dilakukan RS Santa Elisabeth antara lain : Meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan melalui edukasi dan penguatan budaya keselamatan pasienSosialisasi rutin melalui briefing, poster edukasi, dan pelatihanBekerja sama dengan Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) untuk pelatihan serta audit kepatuhan kebersihan tangan secara berkalaMelalui langkah ini, rumah sakit berkomitmen menciptakan pelayanan yang lebih aman, bersih, dan berkualitas bagi seluruh pasien.Disusun oleh Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Kehamilan merupakan proses alami yang membawa banyak perubahan pada tubuh ibu. Sebagian besar keluhan yang muncul selama kehamilan merupakan hal yang normal, namun ada beberapa kondisi yang menjadi tanda bahaya dan memerlukan penanganan medis segera. Selain itu, ibu hamil juga perlu menjaga kesehatan fisik dan mental agar kehamilan berjalan dengan baik, salah satunya melalui prenatal yoga. Tanda Bahaya Kehamilan yang Perlu DiwaspadaiIbu hamil perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami beberapa kondisi berikut:Mual dan muntah berlebihan, hingga tidak dapat makan dan minum, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi. Demam tinggi (≥38°C) yang dapat menjadi tanda adanya infeksi dan berisiko bagi ibu maupun janin. Pergerakan janin berkurang, yaitu kurang dari 10 kali dalam dua jam, yang dapat menandakan janin mengalami gangguan. Pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki, terutama jika disertai pandangan kabur dan nyeri ulu hati, karena dapat menjadi tanda preeklampsia. Perdarahan saat kehamilan, baik sedikit maupun banyak, yang dapat menandakan keguguran atau komplikasi kehamilan lainnya. Air ketuban pecah sebelum waktunya, yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan persalinan prematur. Keluhan yang Umum Dialami Ibu HamilSelain tanda bahaya, beberapa keluhan yang sering dialami ibu hamil antara lain nyeri punggung bawah, nyeri panggul, kram kaki, sulit tidur, sesak napas ringan, sembelit, serta stres dan kecemasan. Keluhan tersebut umumnya terjadi akibat perubahan hormon dan perubahan postur tubuh selama kehamilan. Prenatal Yoga untuk Kehamilan yang SehatPrenatal yoga merupakan latihan yang dirancang khusus untuk ibu hamil dengan menggabungkan gerakan tubuh, teknik pernapasan, relaksasi, dan meditasi. Latihan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran selama kehamilan, mengurangi ketidaknyamanan fisik, membantu persiapan persalinan, serta mendukung kesehatan mental ibu hamil. Manfaat Prenatal YogaBeberapa manfaat prenatal yoga bagi ibu hamil antara lain: Mengurangi nyeri punggung bawah dan nyeri panggul. Mengurangi kram kaki dan memperbaiki kualitas tidur. Meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Mengurangi stres dan kecemasan. Meningkatkan relaksasi dan rasa percaya diri dalam menghadapi persalinan. Dengan mengenali tanda bahaya kehamilan dan rutin melakukan aktivitas sehat seperti prenatal yoga, ibu hamil dapat menjaga kesehatan diri dan janin sehingga proses kehamilan hingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.Disusun oleh Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai Perayaan Parahagyan Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran pada Minggu, 21 Juni 2026. Dalam perayaan iman yang menjadi tradisi tahunan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran turut ambil bagian dengan mempersembahkan sebuah gunungan sebagai simbol rasa syukur, persatuan, dan semangat berbagi kepada sesama. image.png 497.16 KBSelain mempersembahkan gunungan, RS Santa Elisabeth Ganjuran juga memberikan dukungan pelayanan kesehatan melalui tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang siaga selama rangkaian kegiatan berlangsung. Keterlibatan RS Santa Elisabeth Ganjuran merupakan wujud nyata semangat pelayanan dan kepedulian kepada sesama. Tim P3K hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para peziarah dan umat yang mengikuti rangkaian kegiatan, sehingga perayaan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kegiatan iman, budaya, dan sosial kemasyarakatan. Semoga semangat kasih Hati Kudus Tuhan Yesus senantiasa menginspirasi kita untuk terus berbagi, melayani, dan menjadi berkat bagi sesama.https://www.instagram.com/reel/DZ4IGG7PTW9/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==Disusun oleh Promosi Kesehatan Rumah Sakit
