
Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) yang ditetapkan oleh Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1992, menjadi momen istimewa bagi rumah sakit dan Gereja untuk berdoa, berefleksi serta memperbaharui komitmen pelayanan kepada orang sakit.
Terdapat tiga subtema yang senantiasa diharapkan dan diingatkan kepada seluruh umat beriman. Pertama, untuk selalu mengajak berdoa secara khusyuk bagi mereka yang sedang sakit. Kedua, merefleksikan makna sakit dan penderitaan, serta menyadari bahwa kesehatan sebagai anugerah Tuhan. Ketiga, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang dengan setia dan selalu mengupayakan pelayanan kesehatan.

Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 yang dirayakan pada tanggal 11 Februari 2026, mengangkat tema; Belarasa Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Derita Orang Lain.
Di tengah dunia yang serba cepat, banyak orang yang terluka secara fisik, mental, maupun rohani justru terlewatkan. Kesibukan seringkali membuat kita lupa berhenti sejenak untuk melihat siapa yang membutuhkan uluran tangan. Kisah Orang Samaria yang baik hati mengingatkan bahwa inti iman bukan hanya doa dan ibadat, melainkan keberanian untuk hadi, mendekat dan mengasihi mereka yang menderita.(Anugerah perjumpaan: sukacita berbagi kedekatan dan kehadiran)
Belarasa berarti lebih dari sekadar merasa iba. Belarasa adalah Keputusan sadar untuk mendekat, merawat, dan menanggung sebagian beban penderitaan sesama. Seperti Orang Samaria, kita dipanggil bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi sesama bagi siapa pun yang terluka di sepanjang jalan kehidupan. (Perutusan bersama untuk merawat orang sakit)

Kita dapat memulainya dari hal sederhana: menyapa mereka yang kesepian (sendiri karena sakit), mendampingi yang sakit, serta memberi waktu, perhatian, dan kasih. Saat kita berani berhenti, mendekat, dan merawat, di sanalah kasih Allah menjadi nyata. Belarasa bukan sekedar teori, melainkan tindakan kasih yang mengubah dunia, dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini. (Selalu digerakkan oleh kasih kepada Allah, untuk berjumpa dengan diri sendiri dan sesama)
Dalam rangka memperingati HOSS ke-34, RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan rangkaian kegiatan: Diawali kegiatan Home care /kunjungan kepada pasien yang memerlukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan serta pemberian Sakramen Perminyakan Suci oleh Romo Paroki Gereja Hati Kudus Yesus selama beberapa hari di area lingkungan Paroki.

Pada tanggal 11 Februari 2026, dilakukan doa bersama dan Misa Syukur yang disertai Sakramen Pengurapan Orang Sakit atau Sakramen Perminyakan Suci. Perayaan ini dipimpin oleh Romo L. Dwi Agus Merdi, Pr. Kegiatn dilanjutkan dengan pembagian suvenir rohani kepada para pasien RS Santa Elisabeth Ganjuran oleh Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran, dr Tandean Arif Wibowo.
Penulis dr.Tandean Arif Wibowo, M.P.H








