
Setiap tanggal 1 Desember, dunia memperingati Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS dan menunjukkan kepedulian global dalam menghadapi penyakit ini.
Latar Belakang
Menurut WHO, Hari AIDS Sedunia menjadi momen penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan dunia. Pada hari ini, berbagai negara kembali memperkuat komitmen dalam pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan HIV.
Hari AIDS Sedunia juga menjadi kesempatan untuk:
- meningkatkan kesadaran masyarakat,
- mengenang mereka yang telah meninggal karena AIDS,
- serta merayakan kemajuan layanan kesehatan seperti makin banyaknya akses pengobatan.
Apa Itu HIV dan AIDS?
- HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.
- AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah tahap infeksi HIV yang paling berat.
HIV menyerang sel darah putih sehingga tubuh menjadi mudah terkena penyakit seperti TB, infeksi berat, atau beberapa jenis kanker.
HIV dapat menular melalui:
- darah,
- ASI,
- air mani,
- cairan vagina,
- serta dari ibu ke bayi.
HIV tidak menular lewat pelukan, bersalaman, atau makan bersama.
HIV dapat dicegah dan diobati melalui terapi antiretroviral (ART). Tanpa pengobatan, HIV bisa berkembang menjadi AIDS setelah bertahun-tahun.
Tema Hari AIDS Sedunia 2025
Tema tahun 2025 adalah:
“Overcoming disruption, transforming the AIDS response”
(Mengatasi hambatan, memperkuat kembali respon terhadap AIDS)
Tema ini mengajak semua negara untuk:
- memperkuat kepemimpinan,
- bekerja sama secara internasional,
- dan menempatkan hak asasi manusia sebagai dasar penanganan HIV/AIDS menuju target eliminasi tahun 2030.
Pesan Utama Hari AIDS Sedunia 2025
1. Prioritaskan dan Permudah Layanan
- Memperluas akses pencegahan, tes, dan pengobatan HIV.
- Meningkatkan penanganan resistensi obat dan kasus HIV stadium lanjut.
- Mengintegrasikan layanan HIV ke dalam layanan kesehatan dasar dan berbasis komunitas.
2. Atasi Ketidakadilan
Epidemi HIV sering terjadi karena ketimpangan, terutama pada:
- anak-anak,
- remaja putri,
- perempuan muda,
- serta kelompok rentan lainnya.
Untuk menghentikan infeksi baru, semua orang harus mendapat layanan kesehatan yang adil dan mudah diakses.
3. Perluas Inovasi
Walaupun banyak tantangan, inovasi terus berkembang. Salah satunya adalah suntikan pencegahan HIV yang bisa bertahan hingga enam bulan. Inovasi seperti ini harus dimaksimalkan agar bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
4. Perkuat Peran Masyarakat
Komunitas adalah kunci keberhasilan penanganan HIV. Orang dengan HIV dan kelompok terdampak memiliki pengalaman dan pengetahuan penting. Jika komunitas, tenaga kesehatan, dan pemerintah bekerja bersama, upaya pengendalian HIV akan lebih efektif
Penulis : PKRS








