Mengapa Memilih Kami?
Dedikasi kami untuk kesehatan dan kenyamanan Anda.
Menerima BPJS
Kami melayani pasien peserta BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses layanan kesehatan.
Layanan 24 Jam
Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan penunjang kami siap siaga 24 jam penuh.
Dokter Ahli
Ditangani oleh tim dokter spesialis dan tenaga medis profesional yang berpengalaman.
Layanan Home Care
Layanan kunjungan medis ke rumah untuk pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Berita & Artikel
Informasi kesehatan terkini untuk Anda dan keluarga.

BPJS Kesehatan Pusat Kunjungi RS Santa Elisabeth dalam Penilaian Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Pelayanan JKN Tahun 2026
Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran menerima kunjungan BPJS Kesehatan Kantor Pusat dalam rangka Penilaian Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Pelayanan JKN Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Kunjungan BPJS PusatKunjungan dan penilaian tersebut menjadi momentum bagi RS Santa Elisabeth Ganjuran untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan yang bermutu, profesional, mudah diakses, serta berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan peserta JKN. Proses penilaian juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan melihat berbagai aspek pelayanan yang dapat terus dikembangkan.Melalui sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan, diharapkan tercipta pelayanan JKN yang semakin baik dan berkesinambungan. RS Santa Elisabeth Ganjuran berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan pelayanan terbaik sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang penuh kasih dan berorientasi pada masyarakat.Kunjungan BPJS Pusat.Semoga sinergi yang terjalin semakin kuat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan memberikan pengalaman pelayanan terbaik bagi seluruh peserta JKN.
Technical Meeting Persiapan Survei Akreditasi RS Santa Elisabeth Ganjuran Bersama Surveyor
RS Santa Elisabeth Ganjuran melaksanakan Technical Meeting (TM) Persiapan Survei Akreditasi bersama Surveyor Akreditasi pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Aula Karya Sosial Permata Hati dan dilaksanakan secara bersama melalui Zoom.Kegiatan ini diikuti oleh Direksi, para struktural, Ketua/Penanggung Jawab Pokja Akreditasi, Panitia Akreditasi, serta Panitia Ad Hoc. Technical Meeting menjadi bagian penting dalam pemantapan persiapan survei, sekaligus menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat.Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus memperkuat kesiapan seluruh tim dalam menghadapi Survei Akreditasi dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memberikan pelayanan yang bermutu serta berorientasi pada keselamatan pasien.Technical Meeting
Bakti Sosial RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam Rangka Perayaan HUT ke-102 Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran
Dalam rangka memperingati HUT ke-102 Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial pada Minggu, 23 Agustus 2026.Kegiatan bakti sosial ini diisi dengan berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat, meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium berupa gula darah, kolesterol, hemoglobin (Hb), dan asam urat, konsultasi dokter, konsultasi gizi, serta pemberian obat secara gratis.Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran turut mengambil bagian dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan bakti sosial diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian dalam perayaan HUT ke-102 Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran.RS Santa Elisabeth Ganjuran terus berkomitmen untuk hadir memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat.Baksosbaksos
Peningkatan Mutu Layanan GILUT bagi Puskesmas di Kabupaten Bantul
Dalam rangka mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, telah dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu Layanan GILUT bagi Puskesmas di Kabupaten Bantul pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Aula IFK Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Puskesmas di Kabupaten Bantul sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas pelayanan GILUT. Dalam kegiatan tersebut, drg. Sukma Paramastri, Sp.KG dari RS Santa Elisabeth Ganjuran hadir sebagai narasumber.Melalui kegiatan bimtek ini, diharapkan pelayanan GILUT di Puskesmas dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bantul.

Pentingnya Surat Kontrol untuk Pasien BPJS Kesehatan
Surat kontrol merupakan bagian penting dalam memastikan perawatan pasien BPJS Kesehatan berjalan teratur dan berkelanjutan. Bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, memahami fungsi dan ketentuan surat kontrol dapat membantu kelancaran proses pelayanan kesehatan.1. Memberikan Kepastian untuk Rencana Perawatan ke DepanSurat kontrol memberikan kepastian kepada pasien BPJS mengenai rencana perawatan dan pemeriksaan selanjutnya, sehingga pasien dapat mengikuti proses pelayanan sesuai kebutuhan medis.2. Diterbitkan oleh Dokter yang Bertanggung JawabSurat kontrol diterbitkan oleh dokter yang bertanggung jawab memeriksa dan menangani pasien, bukan berdasarkan permintaan pasien. Pemberian surat kontrol disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan medis pasien.3. Diberikan kepada Peserta dengan Kriteria TertentuSurat kontrol diberikan kepada peserta yang memenuhi kriteria, di antaranya:Pasien yang telah selesai menjalani rawat inap dan masih membutuhkan pemantauan rawat jalan. Peserta rawat jalan yang membutuhkan kontrol atau pemeriksaan lanjutan. 4. Berlaku untuk 1 Kali KunjunganSurat kontrol berlaku untuk satu kali kunjungan. Apabila setelah pemeriksaan pasien masih membutuhkan kontrol berikutnya, surat kontrol dapat diberikan kembali oleh dokter sesuai dengan kebutuhan medis pasien.5. Datang Sesuai Tanggal Kontrol yang DitetapkanPasien diharapkan datang sesuai dengan tanggal kontrol yang telah ditentukan. Apabila terdapat kebutuhan untuk mengubah jadwal, pasien dapat menghubungi petugas fasilitas kesehatan untuk mendapatkan informasi dan bantuan terkait perubahan jadwal.6. Pastikan Status Kepesertaan JKN Selalu AktifSebelum mendapatkan pelayanan, peserta diharapkan memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif. Dengan kepesertaan yang aktif, peserta dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Dengan memahami keenam hal tersebut, diharapkan peserta JKN dapat mengikuti proses perawatan dengan lebih tertib dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan terencana, berkelanjutan, dan berkualitas.

Pentingnya ASI Eksklusif Selama 6 Bulan
Mengapa ASI Eksklusif Selama 6 Bulan?Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan atau minuman lain, kecuali vitamin, mineral atau obat-obatan dalam bentuk sirup sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan (WHO, 2003). Menyusui memberikan manfaat baik bagi bayi, ibu maupun keluarga. Manfaat ASI bagi Bayi:Memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi. ASI mudah dicerna dan diserap secara efisien karena mengandung protein whey yang mudah diserap dan kasein dalam jumlah sedikit.Meningkatkan daya tahan tubuh bayi. ASI mengandung zat kekebalan yang akan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur.Mengupayakan pertumbuhan yang optimal. Bayi yang mendapat ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik dan mengurangi resiko obesitas. Frekuensi menyusu yang sering (tidak dibatasi) juga dibuktikan bermanfaat karena volume ASI yang dihasilkan lebih banyak sehingga penurunan berat badan bayi hanya sedikit.Meningkatkan ikatan (bonding) dengan ibu. Kontak kulit saat menyusui berpengaruh terhadap perkembangan bayi. Interaksi yang timbul waktu proses menyusui antara ibu dan bayi menimbulkan rasa aman dan nyaman. Perasaan aman sangat penting untuk membangun dasar kepercayaan bayi (basic sense of trust) yaitu dengan mulai mempercayai orang lain (ibu), maka selanjutnya akan timbul rasa percaya pada diri sendiri.Manfaat Menyusui bagi IbuMempercepat proses rahim kembali ke ukuran semula. Sewaktu menyusui, perut ibu terasa sakit yang menandakan terjadinya kontraksi dengan demikian pengecilan rahim terjadi lebih cepat.Mencegah perdarahan pasca persalinan sehingga meminimalkan kejadian anemia pada ibu menyusui. Perangsangan pada payudara ibu oleh isapan bayi akan diteruskan ke otak dan ke kelenjar hipofisis yang akan merangsang terbentuknya hormon oksitosin. Oksitosin membantu rahim berkontraksi, mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan dan mempercepat keluarnya sisa plasenta.Membantu mengatur jarak kehamilan melalui efek hormonal yang menunda menstruasi (KB Alami) melalui Metode Amenorrhea Laktasi (MAL), yang harus dipenuhi dengan 3 syarat: Amenorrhea (tidak menstruasi) setelah 6 minggu pasca persalinan, menyusui secara eksklusif tidak lebih dari 4 jam antara waktu menyusui dan hanya satu kali dalam satu hari tidak lebih dari 6 jam (dalam kurun 24 jam) diantara waktu menyusui, dan usia bayi kurang dari 6 bulan.Memudahkan ibu karena ASI tersedia pada suhu yang tepat untuk bayi.Meningkatkan ikatan (bonding) dengan bayi.Cara Menjaga Produksi dan Kualitas ASIFrekuensi: Sering menyusui bayi secara bergantian dari payudara kiri dan kanan.Pelekatan Benar: Pastikan sebagian besar area gelap sekitar puting (areola) masuk ke dalam mulut bayi.Kondisi Ibu: Menjaga pikiran tetap tenang, cukup istirahat, dan makan makanan bergizi seimbang seperti sayuran hijau serta kacang-kacangan. ASI adalah Investasi KesehatanSetiap tetes ASI adalah investasi terbaik untuk kesehatan dan masa depan bayi. Oleh karena itu, keberhasilan menyusui tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu. Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI, baik secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, maupundilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang adekuat. ASI bukan hanya makanan, tapi juga investasi kesehatan untuk masa depan anak. Yuk, dukung ibu menyusui! Referensi:Kemenkes RI. 2021. Buku Saku Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) untuk Tenaga Kesehatan.Kemenkes RI. 2021. Pedoman Gizi Seimbang Ibu Hamil dan Ibu Menyusui.Kemenkes RI. 2020. Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak.WHO. Breastfeeding. https://www.who.int/health-topics/breastfeeding#tab=tab_1WHO. Infant and Young Child Feeding. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding
RS Santa Elisabeth Ganjuran Berpartisipasi dalam IX WUJA Congress 2026 Yogyakarta
Ganjuran, 29 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran turut berpartisipasi dalam XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026, yaitu kongres internasional yang mempertemukan alumni lembaga pendidikan Jesuit dari berbagai negara. Kegiatan misa berlangsung di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran.Dalam kegiatan tersebut, RS Santa Elisabeth Ganjuran berperan sebagai tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) untuk mendukung kelancaran acara dan memberikan pelayanan kesehatan apabila diperlukan selama kegiatan berlangsung.Partisipasi ini merupakan wujud komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam menghadirkan "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih", melalui pelayanan kesehatan yang sigap, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan seluruh peserta.Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Misa Karyawan: Memperkuat Iman, Pelayanan, dan Kebersamaan
Ganjuran, 28 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Misa Karyawan yang dipimpin oleh Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr. Kegiatan ini menjadi momen bagi seluruh karyawan untuk bersama-sama mengucap syukur, memperdalam iman, serta mempererat kebersamaan dalam semangat pelayanan.Melalui perayaan Ekaristi, seluruh karyawan diajak untuk semakin menghayati panggilan dalam berkarya dan melayani sesama dengan penuh kasih. Semangat tersebut sejalan dengan motto RS Santa Elisabeth Ganjuran, "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih," yang menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan setiap pasien.Misa Karyawan diharapkan menjadi sumber kekuatan rohani bagi seluruh karyawan agar senantiasa setia dalam menjalankan tugas dan menghadirkan pelayanan yang membawa harapan bagi masyarakat.Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
RS Santa Elisabeth Ganjuran Melakukan Uji Fungsi Alarm Kebakaran dan Smoke Detector untuk Menjamin Keselamatan Rumah Sakit
Ganjuran, 27 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran melaksanakan Uji Fungsi Alarm Kebakaran dan Smoke Detector sebagai bagian dari upaya memastikan sistem proteksi kebakaran di lingkungan rumah sakit berfungsi dengan baik. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dengan melibatkan petugas keamanan (satpam) sebagai peserta.Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai fungsi sistem alarm kebakaran dan smoke detector, serta prosedur yang harus dilakukan ketika alarm berbunyi sebagai respons terhadap kondisi darurat. Uji fungsi ini merupakan bentuk komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, tanggap, dan siap menghadapi potensi keadaan darurat, sejalan dengan motto "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih."Uji Coba Alarm KebakaranDisusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
